Struktur Biaya Produksi Padi pada Program UPSUS Pajale di Kabupaten Demak

Main Article Content

Rina Nadlrotul Musilah
Tursina Andita Putri
Anisa Dwi Utami

Abstract

In the agricultural sector, the cost production structure determines the income level of the farmers as well as the industry competitiveness in the world market. Considering the position of rice as the main food commodity for Indonesian people, the government has set up a program namely UPSUS PAJALE which delivers subsidies for inputs such as seeds, fertilizer, and agricultural tools. This study aims to describe the paddy farming activities in Demak Regency and to analyze the cost structure of paddy production in the UPSUS PAJALE program in Demak Regency. A survey was conducted in five production centre areas involving 100 farmers. The results showed that modern technology is used in rice farming. Land costs and labour costs dominate the cost structure of rice production. Meanwhile, the total production cost has reached 22.518.314,86 IDR per hectare with the cash cost percentage is 72,17 % and the non-cash cost percentage is 27,83 %.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Musilah, R. N., Putri, T. A., & Utami, A. D. (2021). Struktur Biaya Produksi Padi pada Program UPSUS Pajale di Kabupaten Demak. Forum Agribisnis : Agribusiness Forum, 11(2), 153-166. https://doi.org/10.29244/fagb.11.2.153-166
Section
Articles
Author Biography

Tursina Andita Putri, Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Jl. Kamper Wing 4 Level 5 Kampus IPB Dramaga Bogor, Indonesia

References

Aldillah R. 2016. Kinerja Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian dan Implikasinya dalam Upaya Percepatan Produksi Pangan di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 34(2):163-177.

Amrullah ER, Pullaila. 2019. Dampak Penggunaan Combine Harvester terhadap Kehilangan Hasil Panen Padi di Provinsi Banten. JAE. 37(2):133-122.

[BBPadi] Balai Besar Penelitian Tanaman Padi BALITBANGTAN Kementerian Pertanian. 2015. Pemupukan pada Tanaman Padi. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/infoberita/info-teknologi/pemupukan-pada-tanaman-padi. [diakses 2020 Mei 11].

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Rata-rata konsumsi per kapita seminggu beberapa macam bahan makanan penting. Jakarta (ID): BPS.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Nilai Tukar Petani Kabupaten Demak 2016. Demak (ID): BPS Kabupaten Demak.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Kabupaten Demak dalam Angka 2019. Demak (ID): BPS Kabupaten Demak.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi Sawah dan Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Semarang (ID): BPS Jateng.

Damayanti FS. 2007. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Produksi Usahatani Padi Sawah (Kasus di Desa Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung) [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Gultom L. 2011. Analisis Pendapatan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi Sehat (Studi Kasus: Gapoktan Silih Asih di Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hernanto F. 1989. Ilmu Usahatani. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Krisnawati E, Suman A, Saputra PMA. 2018. Kajian Pengaruh Program Nasional Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Terhadap Kemiskinan Perdesaan di Wilayah Barat dan Timur Indonesia. JIEP. 18(1):14-33.

Maksudi I, Indra, Fauzi T. 2018. Efektivitas Penggunaan Mesin Panen (Combine Harvester) Pada Pemanenan Padi di Kabupaten Piddie Jaya. JIM Pertanian. 3(1):140-146.

Naqias S. 2012. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Varietas Ciherang (Studi Kasus: Gapoktan Tani Bersama, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor) [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Pratama APR. 2016. Dampak Program UPSUS Padi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur [skripsi]. Mataram: Universitas Mataram.

[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2015 Tentang Pedoman Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya Tahun Anggaran 2015. 2015.

[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi Dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020. 2020.

Rifqie AR, Surahman M, Hastuti. 2017. Pengaruh Benih Padi (Oriza sativa L.) Bersubsidi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah. Bul Agrohorti. 5(1):1-8. doi:10.29244/agrob.v5i1.1578.

Saridewi TR. 2018. Peningkatan Produktivitas Padi, Jagung dan Kedelai melalui Program Upsus Pajale di Kabupaten Garut. Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis. 1(2): 45-57.

Soekartawi. 2002. Analisis Usahatani. Jakarta (ID): UI Press.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung (ID): Alfabeta.

Suratiyah K. 2006. Ilmu Usahatani. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Tambunan AH, Sembiring EN. 2007. Kajian Kebijakan Alat dan Mesin Pertanian. Jurnal Keteknikan Pertanian. 21(4):1-16.

Ulfa IZ. 2016. Pengaruh Program Upsus Pajale terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat [skripsi]. Mataram: Universitas Mataram.

Witjaksono J. 2018. Kajian Sistem Tanam Jajar Legowo untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi Sawah di Sulawesi Tenggara. Jurnal Pangan. 27 (1):1-8.