Main Article Content

Abstract

Keberlanjutan (sustainability) menekankan pada hubungan antara lingkungan dan manusia dengan tujuan mencapai kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sayangnya konsep ini berkaitan dengan menurunnya ketersediaan sumberdaya alam yang disebabkan oleh eksploitasi yang berlebihan. Masyarakat yang terlibat eksploitasi sumberdaya alam secara langsung serta yang kesejahteraannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, sangat tergantung pada sumberdaya alam, adalah mereka yang hidup di daerah pedesaan. Masyarakat pedesaan seringkali kesulitan dalam membuat keputusan mengenai sumberdaya alam, dimana di satu sisi, mereka perlu untuk memanfaatkan sumberdaya alam, tetapi di sisi lain, mereka perlu melestarikan kapasitas produktif dari sumberdaya tersebut untuk menopang kesejahteraannya. Situasi ini menjadi lebih buruk jika ketersediaan sumberdaya alam di kawasan tersebut sudah sangat terbatas, karena hal ini akan meningkatkan proses eksploitasi. Sehingga, pembangunan berkelanjutan di kawasan pedesaan adalah sebenarnya mengenai ketahanan pangan (food security), yang seringkali diperoleh dengan mengorbankan lingkungan. Salah satu contoh kawasan miskin sumberdaya alam adalah Karst Gunung Sewu. Ketahanan hidup masyarakat Gunung Sewu sangat ditentukan oleh ketersediaan sumberdaya alam di lingkungannya, sehingga adopsi mereka terhadap suatu sistem pertanian tertentu, dapat menunjukkan bagaimana mereka berupaya untuk mengimbangi kebutuhan-kebutuhan agar dapat terus hidup. Pertahanan untuk terus hidup dengan hanya memanfaatkan sumberdaya yang terbatas ini, menunjukkan bahwa pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan di daerah pedesaan terutama di kawasan miskin sumberdaya alam merupakan suatu tantangan pembangunan di kawasan pedesaan. Masyarakat Gunung Sewu telah mengembangkan cara-cara tradisional dalam memanfaatkan serta melestarikan sumberdaya alamnya untuk memastikan adanya efisiensi dalam pemanfaatan sumberdaya untuk produksi pangan. Strategi pemanfaatan lahan yang dipilih dipengaruhi oleh kondisi sosio-ekonomi termasuk budaya, sedangkan strategi untuk meningkatkan pendapatan lebih dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungannya (Sunkar, 2008).


Kata kunci: Keberlanjutan, pengelolaan sumberdaya alam, kawasan miskin sumberdaya alam, pangan, Karst Gunung Sewu

Article Details

Author Biography

Arzyana Sunkar, Bogor Agriculture University

Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Faculty of Forestry Bogor Agricultural University, P.O Box 168, Darmaga Campus - Bogor 16680. Telp/Fax: (0251) 8621947
How to Cite
[1]
Sunkar, A. 1. RESOURCE SUSTAINABILITY: THE DEVELOPMENT CHALLENGE IN RESOURCE-POOR AREA (Keberkelanjutan Sumberdaya: Tantangan Pembangunan di Kawasan Miskin Sumberdaya). Media Konservasi. 13, 1 (1). DOI:https://doi.org/10.29244/medkon.13.1.%p.