PERUBAHAN KOMPONEN SERAT RUMPUT LAUT Caulerpa sp. (DARI TUAL, MALUKU) AKIBAT PROSES PEREBUSAN

  • Nurjanah Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK-IPB
  • Agoes Mardiono Jacoeb Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK-IPB
  • Taufik Hidayat
  • Rudy Chrystiawan

Abstract

Rumput laut Caulerpa sp. dikenal sebagai sumber serat. Rumput laut Caulerpa sp. banyak ditemukan di pesisir pantai Indonesia, salah satunya di perairan Tual, Maluku Tenggara. Rumput laut ini sering dikonsumsi segar oleh masyarakat pesisir ataupun direbus terlebih dahulu. Perebusan bertujuan untuk menginaktifkan enzim dan menurunkan jumlah mikroba, namun dikhawatirkan dapat mempengaruhi komponen serat yang terkandung pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan kadar serat pangan (serat pangan larut dan tak larut), serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin) akibat proses perebusan pada suhu 90ºC selama 5 menit. Analisis uji yang dilakukan, diantaranya analisis proksimat, kadar karbohidrat metode Luff schoorl, serat pangan metode enzimatis, serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin). Hasil penelitian menunjukkan perebusan tidak mempengaruhi kadar lignin. Perebusan meningkatkan kadar serat pangan tak larut 1,25%, selulosa 13,91%, hemiselulosa 11,4%, dan menurunkan kadar serat pangan total 3,8%, serat pangan larut 5,05%, dan serat kasar 0,85%.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-04-01