STUDI KERAPATAN DAN PERUBAHAN TUTUPAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI PULAU SEBATIK KALIMANTAN UTARA

  • . Hendrawan Program Studi Teknologi Kelautan Pascasarjana, FPIK-IPB, Bogor
  • Jonson Lumban Gaol Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor
  • Setyo Budi Susilo Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor
Keywords: kerapatan, landsat, mangrove, NDVI, SPOT 6, Pulau Sebatik

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem yang rentan sehingga membutuhkan pemantauan terus menerus untuk mendeteksi berbagai ancaman seperti aktivitas manusia dan bencana alam. Pengindraan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) merupakan alat yang sangat efektif untuk digunakan dalam pemantauan ekosistem mangrove karena dapat menjangkau daerah yang luas dan dapat dilakukan sekala berkala. Penerapan teknologi pengindraan jauh untuk memantau ekosistem mangrove di Pulau Sebatik belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini penting untuk mengetahui perubahan kondisi hutan mangrove di Pulau Sebatik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara nilai Normalized Different Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan kanopi mangrove, menghitung akurasi klasifikasi tutupan lahan dengan resolusi spasial yang berbeda, dan mengukur perubahan sebaran mangrove dari tahun 2005 sampai 2016. Klasifikasi tutupan lahan dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi terbimbing dengan algoritma Maximum Likelihood. NDVI digunakan sebagai indikator kerapatan tutupan mangrove. Pengukuran data lapangan diambil untuk menghitung tutupan kanopi. Penilaian akurasi klasifikasi citra Landsat sekitar 83% dan citra SPOT 6 sekitar 90%. Mangrove di Pulau Sebatik mengalami peningkatan dari tahun 2005 sampai 2016 sebesar 31,27%. Korelasi antara NDVI dan tutupan kanopi dikategorikan tinggi dengan koefisien korelasi r = 0,82 (Landsat 8) dan 0,85 (SPOT 6).

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-04-01