Factors Affecting the Capacity and the Interdependence of Progressive Farmers in West Java Indonesia

  • Yoyon Haryanto Polbangtan Bogor
  • Sumardjo Sumardjo IPB University
  • Siti Amanah IPB University
  • Prabowo Tjitropranoto IPB University
Keywords: Capacity, Interdependence, Progresive Farmers, Social Capital

Abstract

Rendahnya kapasitas penyuluh swadaya menyebabkan fungsinya dalam memberdayakan petani cenderung tergantung penyuluh pemerintah (PNS/THL-TBPP), dan sebagian besar organisasi yang di bina oleh penyuluh swadaya berbasis bantuan pemerintah yang keberlanjutannya selalu tergantung terhadap jangka waktu pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas dan kemandirian penyuluh swadaya serta faktor yang berpengaruh terhadap kapasitas dan kemandiriannya. Penelitian ini menggunakan desain survei dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling, diperoleh 224 responden yang mewakili penyuluh swadaya di empat kabupaten (Bogor, Karawang, Majalengka dan Sukabumi) di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Pengolahan data menggunakan teknik deskriptif dan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan penyuluh swadaya memiliki tingkat kapasitas yang baik dalam pemberdayaan petani. Penyuluh swadaya juga memiliki tingkat kemandirian dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh swadaya memiliki inisiatif dan kemauan keras untuk mewujudkan harapannya (daya saing), mampu bekerja sama dengan pihak lain dalam kedudukan yang setara (daya sanding), dan mempunyai daya saring yang tinggi dalam menetapkan pilihan tindakan terbaik bagi kegiatan pemberdayaan petani. Faktor yang memiliki pengaruh positif terhadap kemandirian penyuluh swadaya adalah modal sosial masyarakat yang memberikan kontribusi tinggi, dan diikuti secara berurutan oleh factor usia, akses terhadap teknologi informasi, akses sumber informasi konvensional, dan tingkat pendidikan formal yang di dukung oleh adanya peningkatan kapasitas individu penyuluh swadaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Sumardjo Sumardjo, IPB University

Department of Communication Science and Community Development, Faculty of Human Ecology

Siti Amanah, IPB University

Department of Communication Science and Community Development, Faculty of Human Ecology

Prabowo Tjitropranoto, IPB University

Department of Communication Science and Community Development, Faculty of Human Ecology

References

Abas, M. S. (2016). Factors influencing self-reliance in rice production, the case of small farmers in Bataan, Philippines. International Journal of Agricultural Technology, 12(1), 41–53.

Aker, J. C. (2011). Dial “A” for agriculture: A review of information and communication technologies for agricultural extension in developing countries. Agricultural Economics, 42(6), 631–647. https://doi.org/10.1111/j.1574-0862.2011.00545.x

Alonge, H. O., IGE, A. M., & Osagıobare, O. E. (2014). Women Empowerment For Self-Reliance: Educational Management Strategies in Nigeria Case. Journal of Educational and Social Research, 4(1), 517–524. https://doi.org/10.5901/jesr.2014.v4n1p517

Brown, K., & Westaway, E. (2011). Agency, Capacity, and Resilience to Environmental Change: Lessons from Human Development, Well-Being, and Disasters. Annual Review of Environment and Resources, 36(1), 321–342. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-052610-092905

Burton, R. J. F. (2014). The influence of farmer demographic characteristics on environmental behaviour: A review. Journal of Environmental Management, 135, 19–26. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2013.12.005

Emery, S. B. (2014). Independence and individualism: conflated values in farmer cooperation? Agriculture and Human Values, 32(1), 47–61. https://doi.org/10.1007/s10460-014-9520-8

Emery, S. B., & Franks, J. R. (2012). The potential for collaborative agri-environment schemes in England: Can a well-designed collaborative approach address farmers’ concerns with current schemes? Journal of Rural Studies, 28(3), 218–231. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2012.02.004

EN, A. K. dan F. (2013). Modal Sosial dalam Kemandirian Masyarakat di Bidang Kesehatan. Kebijakan Dan Administrasi Publik, 17(2), 37–49.

Haryanto, Y., & Yuniarti, W. (2017). The Role of Farmer to Farmer Extension for Rice Farmer Independence in Bogor. International Journal of Research in Social Sciences, 7(4), 62–74.

Idoma, K., & Muhammad, I. (2013). Self-Reliance: Key to Sustainable Rural Development in Nigeria. ARPN Journal of Science and Technology, 3(6), 585–592.

Indraningsih, K. S., Sugihen, B., Tjitrpranoto, P., Asngari, P., & Wijayanto, H. (2016). Kinerja Penyuluh dari Perspektif Petani dan Eksistensi Penyuluh Swadaya Sebagai Pendamping Penyuluh Pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian, 8(4), 303–321. https://doi.org/10.21082/akp.v8n4.2010.303-321

Jatnika, A. (2016). No Title.

Kiptot, E., & Franzel, S. (2014). Voluntarism as an investment in human, social and financial capital: Evidence from a farmer-to-farmer extension program in Kenya. Agriculture and Human Values, 31(2), 231–243. https://doi.org/10.1007/s10460-013-9463-5

Läpple, D., Hennessy, T., & Newman, C. (2013). Quantifying the economic return to participatory extension programmes in Ireland: An endogenous switching regression analysis. Journal of Agricultural Economics, 64(2), 467–482. https://doi.org/10.1111/1477-9552.12000

Lukuyu, B. (2012). The Journal of Agricultural Education Disseminating Improved Practices : Are Volunteer Farmer Trainers Effective ? Disseminating Improved Practices : Are Volunteer Farmer Trainers Effective ? (October), 37–41.

Marliati, M., Sumardjo, S., Asngari, P. S., Tjitropranoto, P., & Saefuddin, A. (2008). FAKTOR-FAKTOR PENENTU PENINGKATAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MEMBERDAYAKAN PETANI (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Jurnal Penyuluhan, 4(2). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v4i2.2174

Mulyandari, Retno & Ananto, E. (2005). Sumber Informasi Pertanian Nasional. Informatika Pertanian, 14(1), 802–817.

Niska, M., Vesala, H. T., & Vesala, K. M. (2012). Peasantry and Entrepreneurship As Frames for Farming: Reflections on Farmers’ Values and Agricultural Policy Discourses. Sociologia Ruralis, 52(4), 453–469. https://doi.org/10.1111/j.1467-9523.2012.00572.x

Oktavia, Y., Muljono, P., Amanah, S., & Hubeis, M. (2017). Jurnal Penyuluhan, September 2017 Vol. 13 No. 2 Hubungan Perilaku Komunikasi dan Pengembangan Kapasitas Pelaku Agribisnis Perikanan Air Tawar di Padang, Sumatera Barat. Jurnal Penyuluhan, 13(2), 157–165.

Omorede, C. K. (2014). Organising Rural Women for Socio-Economic Development and Self-Reliance in Nigeria: Challenges and Prospects. Business and Management Research, 3(2), 47–59. https://doi.org/10.5430/bmr.v3n2p47

Riana, Satria, A., & Purnaningsih, N. (2015). The Role of Self-Support Extension Agents in Supporting Intensification Cocoa in Sigi District Central Sulawesi. Jurnal Penyuluhan, 11(2), 201–211.

S., H., Sumardjo, S., Asngari, P. S., Tjitropranoto, P., & Susanto, D. (2008). Kapasitas Petani Dalam Mewujudkan Keberhasilan Usaha Pertanian: Kasus Petani Sayuran Di Kabupaten Pasuruan Dan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 4(1). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v4i1.2164

Saepudin Ruhimat, I. (2014). Faktor-Faktor Untuk Peningkatan Kemandirian Petani Dalam Pengelolaan Hutan Rakyat: Studi Kasus Di Desa Ranggang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 11(3), 237–249. https://doi.org/10.20886/jsek.2014.11.3.237-249

Selener D, J Chenier, R. Z. (1997). Farmer to Farmer Extension lessons from the field. New York: IIRR.

Shelton, D. P., Wilke, R. A., Franti, T. G., & Josiah, S. J. (2009). Farmlink: Promoting conservation buffers farmer-to-farmer. Agroforestry Systems, 75(1), 83–89. https://doi.org/10.1007/s10457-008-9130-9

Sumardjo. (1999). Transformasi model penyuluhan pertanian menuju pengembangan kemandirian petani (Kasus di Propinsi Jawa Barat) [disertasi]. 1–372.

Sutherland, L. A., Burton, R. J. F., Ingram, J., Blackstock, K., Slee, B., & Gotts, N. (2012). Triggering change: Towards a conceptualisation of major change processes in farm decision-making. Journal of Environmental Management, 104, 142–151. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2012.03.013

Syahyuti, N. (2016). Peran Strategis Penyuluh Swadaya dalam Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(1), 43. https://doi.org/10.21082/fae.v32n1.2014.43-58

Utami HN, Sumardjo. 2006. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemandirian Pengrajin Kulit di Kabupaten Sidoarjo dan Magetan, JawaTimur. Jurnal Penyuluhan. 2(4): 42-50.

Verhagen K. 1996. Pengembangan Keswadayaan: Pengalaman LSM di Tiga Negara. Terjemahan. Jakarta (ID): PuspaSwara.

Yunita. 2011. Strategi Peningkatan Kapasitas Rumah Tangga Petani Padi Sawah Lebak Menuju Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Kasus di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan) [Disertasi]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Published
2020-04-01
How to Cite
Haryanto, Y., Sumardjo, S., Amanah, S., & Tjitropranoto, P. (2020). Factors Affecting the Capacity and the Interdependence of Progressive Farmers in West Java Indonesia . Jurnal Penyuluhan, 16(1), 106-121. https://doi.org/10.25015/16202026770