Main Article Content

Abstract

  ABSTRACT

The purpose of this research is to find out water requirements and coefficient of rice plant in lebak swamp land. The research method used in this study is an experimental method with descriptive data presentation in the form of tables and graphs. The parameters observed included the net water requirements of rice for rice, the evapotranspiration value of plants, the value of crop coefficients and the value of percolation. The results showed that the net water requirements of rice fields were 3.26 mm / day, 6.15 mm / day and 11.48 mm / day. The actual ev

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk mengetahui kebutuhan air dan koefisen tanaman padi di lahan rawa lebak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan penyajian data secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Parameter yang diamati meliputi kebutuhan air neto sawah untuk padi, nilai evapotranspirasi tanaman, nilai koefisien tanaman dan nilai perkolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air neto sawah berturut-turut adalah 3,26 mm/hari, 6,15 mm/hari dan 11,48 mm/hari. Nilai evapotranspirasi aktual (ETc)  dari fase pertumbuhan awal, fase vegetatif aktif, fase pembuahan, dan fase pematangan biji berturut-turut adalah 1,23 mm/hari, 2,57 mm/hari, 2,64 mm/hari dan 1,57 mm/hari, sedangkan untuk koefisien tanaman berturut-turut adalah 0,42; 0,89; 1,003 dan 0,62. Nilai evapotranpirasi dan koefisien tanaman terbesar terdapat pada umur pertumbuhan 31 sampai 65 hari atau fase pembuahan.  Nilai perkolasi untuk setiap tahap pertumbuhan adalah 0,27 cm/hari, 3,24 cm/hari, 4,23 cm/hari dan 10,63 cm/hari.

 

 

Keywords

Keywords net water requirements evapotranspiration coefficient of crops percolation Kata kunci kebutuhan air neto evapotranspirasi koefisien tanaman perkolasi

Article Details

Author Biographies

Arjuna Neni Triana, Universitas Sriwijaya

Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya

Rahmad Hari Purnomo, Universitas Sriwijaya

Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya

References

  1. Allen, R.G., L.S. Pereira, D. Raes, M. Smith. 2006. FAO Irrigation And Drainage Paper No. 56: Crop Evapotranspiration (Guidelines for Computing Crop Water Requirements). Rome (IT): FAO of UN. 42-64.
  2. Arif, C., Setiawan, B.I., Sofiyuddin, H.A., Martief, L.M., Mizoguchi, M. dan Doi, R., 2012. Estimating crop coefficient in intermittent irrigation paddy fields using excel solver. Rice Science, 19(2), 143.
  3. Armanto,M.E., Susanto RH and Wildayana E. 2017.Functions of Lebak Swamp Before and After in Jakabaring Sounth Sumatra. Sriwijaya Journal of Environment.Vol.1 (1-7).
  4. Darajat, A.R., Nurrochmad, F., Jayadi, R., 2017. Analisis Efisiensi Saluran Irigasi di Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal INERSIA, 13(2), 154-156.
  5. Fuadi, N.A., Purwanto, M.Y.J. dan Tarigan, S.D., 2016. Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air secara SRI dan Konvensional Menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23-32.
  6. Imanudin, M.S. & Priatna, S.J. 2015. Adaptasi Teknologi Pengelolaan Air untuk Budidaya Tanaman Pangan di Lahan Rawa Sebagai Dampak Anomali Iklim El Nino (Studi Kasus Rawa Musi II Kota Palembang Sumatera Selatan dan Daerah Reklamasi Rawa Kumpeh Muara Jambi Provinsi Jambi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2015.
  7. Lakitan, B., Hadi, B., Herlinda, S., Siaga, e., Widuri, L.I., Kartika, K., Lindiana, L.,Yunindyawati, Y., Meihana, M. 2018.Recognizing farmers practices and constraints for intensifying rice production at Riparian Wetlands in Indonesia. NJAS-Wageningen Journal of life sciences, 85, 10-20
  8. Linacre, E.T., 1977. A Simple Formula for Estimating Evaporation Rates in Various Climates, Using Temperature Data Alone.Agricultural Meteorology, 18(6), 409–424.
  9. Priyonugroho, A., 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkngan, 2(3), 457-470.
  10. Sajiwo, I., Sumono. Dan Harahap, L.A., 2017. Penentuan Nilai Evapotranspirasi dan Koefisien Tanaman Beberapa Varietas Unggul di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 5(2), 370-374.
  11. Setiawan BI, Irmansyah A, Arif C, Watanabe T, Mizoguchi M, Kato H. 2014.SRI Paddy Growth and GHG Emissions at Various groundwater levels. Irrigation and Drainage.63 (5):3
  12. Sofiyuddin, H.A., Matrief, B.I., Setiawan, C. dan Arif., 2012. Evaluasi Koefisien Tanaman Padi Berdasarkan Konsumsi Air pada Lahan Sawah. Jurnal Irigasi, 7(2), 127.
  13. Sosrodarsono, S. dan Takeda, K., 2006. Hidrologi untuk Pengairan Cetakan ke-X. Jakarta: Pradnya Paramita.
  14. Sumadiyono, A., 2011. Analisis Efisiensi Pemberian Air di Jaringan Irigasi Kurau Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Keteknikan Pertanian, 1.
  15. Susanawati, L.D dan Suharto, B., 2017. Kebutuhan Air Tanaman untuk Penjadwalan Irigasi pada Tanaman Padi di Desa Selerejo. Jurnal Irigasi, 12(2), 109-118.
  16. Triana,A.N. 2019. Kajian Pengelolaan Tanah dan Air Lahan Rawa Lebak. Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia. Palembang 21 Maret 2019.
  17. Wahyudi, A., N. Anwar, Edijatno.2014. Studi Optimasi pola tanam pada Daerah Irigasi Warujayeng Kertosono.Jurnal Teknik POMITS, Vol. 3(1):D33