Teknik Perbanyakan Bibit Kelapa Kopyor (Cocos nucifera L) Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu Pati Jawa Tengah

Propagation Techniques For Kopyor Coconut Seedling (Cocos nucifera L) at Ngudi Makmur Farmers of Kalikalong Village, Sub-District Tayu Pati Central Java

  • Hidayati Fatchur Rochmah Sekolah Vokasi, IPB University
  • Ike Azzi Machwati Program Studi Teknologi dan Manjemen Produksi Perkebunan, Sekolah Vokasi IPB
Keywords: coconut, seedling profit, kopyor, palms, kelapa, keuntungan, pembibitan

Abstract

ABSTRACT
Coconut plants are one of Indonesia's leading commodities. The low production of kopyor coconut is because farmers still carry out nurseries in the traditional way without certifying seeds so that the seeds produced are poor quality. Ngudi Makmur farmer group in Kalikalong village, Pati Regency, Central Java is a farmer group that has been engaged in the supply of kopyor palm seeds, certified and sold to various regions. The study was conducted in January to April 2020. The research methods carried out are direct and indirect methods. Data is collected by following the direct activities of propagation of coconut Kopyor, observations and interviews with Farmer Groups. The observations showed that the growth of kopyor coconut seedlings was declared good. Seedling growth increases every week on the variable number of midribs, plant height, and stem circumference. Kopyor coconut business analysis conducted on a 500 m2 or 0.5 ha area with a calculation of 1 cycle or 4 months obtained a production of coconut fruit of 1 200 pieces and 5 000 seedlings. The profit obtained is IDR 93 912 500,00 and the R / C ratio gets a value of 2,7.

ABSTRAK
Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan negara Indonesia. Rendahnya produksi kelapa kopyor karena petani masih melakukan pembibitan dengan cara tradisional tanpa melakukan sertifikasi benih sehingga bibit yang dihasilkan kurang bermutu. Kelompok tani Ngudi Makmur desa Kalikalong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah merupakan kelompok tani yang sudah bergerak dalam bidang penyediaan bibit kelapa kopyor, bersertifikat dan dijual ke berbagai daerah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2020. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode pengamatan langsung dan tidak langsung. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti kegiatan langsung perbanyakan kelapa kopyor, pengamatan dan wawancara dengan Kelompok Tani. Hasil pengamatan menunjukkan pertumbuhan bibit kelapa kopyor dinyatakan baik. Pertumbuhan bibit mengalami peningkatan setiap minggunya pada peubah jumlah pelepah, tinggi tanaman, dan lingkar batang. Analisis usaha kelapa kopyor yang dilakukan pada lahan 500 m2 atau 0,05 ha dengan perhitungan 1 siklus atau 4 bulan memperoleh hasil produksi buah kelapa sebesar 1 200 buah dan 5 000 bibit. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 93 912 500,00 dan R/C rasio memperoleh nilai sebesar 2,7.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-04-07