Profil Residu Insektisida Organofosfat di Kawasan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Kabupaten Brebes Jawa Tengah

Euis Nining, Rizal Sjarief Sjaiful Nazli, Zainal Alim Mas’ud, Machfud Machfud, Sobir Sobir

Abstract

Excessive use of pesticides can have an impact on the environment, including the loss of pesticide residues in soil and agricultural products. The purpose of this study was to determine the spreading of organophosphate pesticide residues in the shallot production area of  Brebes Regency, Central Java. Research locations were two districts selected by purposive sampling based on production area, namely Kersana and Wanasari Districts. Organophosphate compounds analyzed include chlorpyrifos, paration, profenofos, diazinon, fenitrotion, metidation and malation. Organophosphate residue analysis was carried out on seven soil samples and seven shallot products. Pesticide residue analysis was carried out using the standard method by using a gas chromatography device with an electron capture detector. Based on analysis, seven residues of organophosphate pesticides were chlorpyrifos, paration, profenofos, diazinon, fenitrotion, metidation and malation, spread in Kersana District, and six  pesticides residues (except profenofos) spread in Wanasari District. In soil samples, the highest residues obtained in two districts were chlorpyrifos compounds, chlorpyrifos compounds in Kersana District was higher than Wanasari District. In the shallot sample, the highest residues in two districts are diazinon compounds, diazinon compounds in the sample of Kersana District was  higher than Wanasari District. There were  several samples of shallot product contained organophosphate residue  exceed the maximum concentration of residual limit (RML).

References

[BPS Jateng] Badan Pusat Statistika Jawa Tengah. 2014. Jawa Tengah dalam Angka 2014. Semarang: Badan Pusat Statistika Jawa Tengah.

[BPS Kab Brebes] Badan Pusat Statistika Kabupaten Brebes. 2014. Brebes dalam Angka 2014. Brebes: Badan Pusat Statistika Kabupaten Brebes.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2008. Batas Maksimum Residu Pestisida pada Hasil Pertanian. Jakarta: SNI 7313:2008.

[FAO-WHO] Food and Agriculture Organization of the United Nations-World Health Organization. 2016. Codex Pesticides Residues in Food Online Database. [terhubung] http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/codextexts/dbs/pestres/commodities-detail/en/?c_id=265. [01 Desember 2018]

[IK] Instruksi Kerja Metode Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. 2011. IK 5.4.1.2.2 Penetapan Kadar Organofosfat dalam Tanah. tanggal terbit 20-06-2011.

[IK] Instruksi Kerja Metode Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. 2009. IK 5.4.1.2.8 Penetapan Kadar Organofosfat dalam Tanaman Pangan. tanggal terbit 29-09-2009.

[Kementan dan Kemenkes] Kementrian Pertanian dan Kementrian Kesehatan. 1996. Lampiran Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian No. 881/MENKES/SKB/VIII/1996 dan No. 711/Kpts/TP.270/8/1996 tentang Batas Maksimum Residu Pestisida pada Hasil Pertanian. Tanggal 22 Agustus 1996.

[Kementan] Kementrian Pertanian, 2014. Statistik Pertanian 2014. Pusat Data dan Sistem Informas Pertanian. Jakarta: Kementan.

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2006. Lampiran Peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/OT.140/10/2006 tentang Pedoman Budidaya Tanaman Pangan yang Baik dan Benar (Good Agriculture Practices). Tanggal 9 Oktober 2006.

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2015. Rencana Strategis Kementrian Pertanian Tahun 2015-2019. Jakarta: Kementan.

[KLH] Kementrian Lingkungan Hidup. 2006. Lampiran Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07 tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Tanggal 22 Agustus 2006.

[PP] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 6 tahun 1995. 1995. Tentang Perlindungan Tanaman. Jakarta: Sekretariat Negara.
Akan JC, Jafiya L, Mohammed Z, Abdulrahman FI. 2013. Organophosphorus pesticide residues in vegetables and soil samples from Alau Dam and Gongulong agricultural areas, Borno State, Nigeria. International Journal of Environmental Monitoring and Analysis. 1(2): 58-64.

Alen Y, Zulhidayati, Suharti N. 2015. Pemeriksaan residu pestisida profenofos pada selada (Lactuca sativa L.) dengan metode kromatografi gas. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis. 1(2): 140-149.

Badrudin U, Jazilah S. 2012. Analisis residu pestisida pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kabupaten Brebes. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 24(1): 75-86.

Budiawan AR. 2013. Faktor risiko Cholinesterase rendah pada petani bawang merah. J. Kemas. 8(2): 198-206.

Harsanti ES, Martono E, Subdiyakto HA, Sugiharto E. 2015. Residu insektisida klorpirifos dalam tanah dan produk bawang merah Allium ascalinicum L., di sentra produksi bawang merah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ecolab. 9(1): 26-34.

Haryati Y, Nurawan A. 2009. Peluang pengembangan feromon seks dalam pengendalian hama ulat bawang (Spodoptera exiua) pada bawang merah. Jurnal Litbang Pertanian. 28(2): 72-77.

Klaassen CD. 2008. Casarett and Doull’s Toxicology, The Basic Science of Poisons. 7th Ed. McGraw-Hill Medical Publishing Division. New york.

Komisi Pestisida. 1997. Metode Pengujian Residu Pestisida dalam Hasil Pertanian. Jakarta: Departemen Pertanian.

Mahmudah M, Wahyuningsih NE, Setyani O. 2012. Kejadian
keracunan pestisida pada istri petani bawang merah di Desa Kedungutern Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Media kesehatan Masyarakat Indonesia. 11(1): 65-70.

Miskiyah, Munarso SJ. 2009. Kontaminasi residu pestisida pada cabe merah, selada dan bawang merah (Studi Kasus di Bandungan dan Brebes Jawa Tengah serta Cianjur Jawa Barat). J. Hort. 19(1): 101-111.

Ngatindriatun I, Susilowati E, Soesilowati. 2012. The Value of Pesticides Impact on Onion Farming in Brebes Regency, Central Java-Indonesia. 2012 2nd International Conference on Environment and BioScience IPCBEE © (2012) IACSIT Press, Singapore. Doi: 10.7763/IPCBEE 44(16), pp. 75-79.

Notodarmojo S. 2005. Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Bandung: ITB.

Purba IG. 2010. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar Kolinesterase pada perempuan usia subur di daerah pertanian. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 1(1): 28-37.

Raini M. 2007. Toksikologi dan penanganan akibat keracunan pestisida. Media Litbangkes. 17(3): 10-18.

Rather HS, Nollet LML. 2012. Pesticides Evaluation of Environmental Pollution. New York: CRC Press.

Santoso DJ. 2013. Strategi pengembangan bawang merah dalam rangka peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Manajemen Agribisnis. 13(2): 69-82.

Satria BM, Amin AA, Hariyadi, Tuasikal BJ. 2015. Penggunaan Aspergilus niger yang diradiasi gamma sebagai bioremedian residu Triazopos dan logam berat pada bawang merah (Allium cepa L.). Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 5(2): 106-110.

Siwiendrayanti A. Suhartono, Endah N. 2012. Hubungan riwayat pajanan pestisida dengan kejadian gangguan fungsi hati (Studi pada wanita usia subur di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 11(1): 9-14.

Sulaeman E, Ardiwinata AN, Yani M. 2016. Eksplorasi bakteri penderasi insektisida Klorpirifos di tanah sayuran kubis di Jawa Barat. Jurnal Tanah dan Iklim. 40(2): 103-112.

Tim Bina Karya Tani. 2008. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Bandung: Yrama Widya.

Wibowo S. 2009. Budi Daya Bawang, Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay. Depok: Penebar Swadaya.

Yuliani TS, Triwidodo H, Mudikdjo K, Panjaitan NK, Manuwoto S. 2011. Pestisida rumah tangga untuk pengendalian hama permukiman pada rumah tangga. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 1(2): 73-83.

Authors

Euis Nining
euisnining01@gmail.com (Primary Contact)
Rizal Sjarief Sjaiful Nazli
Zainal Alim Mas’ud
Machfud Machfud
Sobir Sobir
NiningE., NazliR. S. S., Mas’udZ. A., MachfudM. and SobirS. (2019) “Profil Residu Insektisida Organofosfat di Kawasan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Kabupaten Brebes Jawa Tengah”, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management). Bogor, ID, 9(4), pp. 999-1009. doi: 10.29244/jpsl.9.4.999-1009.

Article Details