ANALISIS ASPEK BIOFISIK DALAM PENILAIAN KERAWANAN BANJIR DI SUB DAS SAMIN PROVINSI JAWA TENGAH

Wiwin Budiarti, Evi Gravitiani, Mujiyo Mujiyo

Abstract

Floods a main problem in Samin sub watershed, which is part of the Bengawan Solo watershed, Central Java Province. Assessment of the flood vulnerability level and its determinant causes is required as a basis information for policy makers to design a flood mitigation strategy. This study aims to assess the level of flood vulnerability and to analyze the biophysical aspects that caused flooding in Samin sub watershed. The method used is survey and the quantitative analysis of biophysical aspects including slope, soil, drainage density, land use and rainfall using map-overlay and scoring approach. Data analysis using Geographic Information System (GIS) technology. The results showed that the Samin sub-watershed areas has five levels of flood vulnerability is the category of "not vulnerable" area of 2188.44 ha (3.45%), "rather vulnerable" area of 3194.17 ha (5.03%), "quite vulnerable" area of 5379.17 ha (8.47%), "vulnerable" area of 31006.51 ha (48.83%) and "very vulnerable" area of 21726.56 ha (34.22%). The level is vulnerable - very vulnerable mostly spread in the middle and downstream Samin sub-basins including the District Polokarto, Sukoharjo, Mojolaban, Bendosari, Jumantono, Karanganyar, Kebakkramat, Jaten. While the level is rather vulnerable - not prone areas spread in the upstream sub-basins that is District Tawangmangu, Jatiyoso, Ngargoyoso. Correlation analysis results show that the most dominant biophysical aspects that caused flooding in Samin sub watershed is the slope, drainage density and land use.

References

Aji, M.D., B. Sudarsono, dan B. Sasmito, 2014. Identifikasi Zona Rawan Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Sub DAS Dengkeng). Jurnal Geodesi Undip. 3(1), pp. 36–50.

Anna, A.N., R. Kaeksi, dan W. Astuti, 2010. Analisis Karakteristik Parameter Hidrologi Akibat Alih Fungsi Lahan di Daerah Sukoharjo melalui Citra Landsat Tahun 1997 dengan Tahun 2002. Forum Geografi. 24(1), pp. 57–72.

Anna, A.N., Suharja, dan Y. Priyana, 2015. Kajian biofisik lahan untuk penilaian kerentanan banjir di DAS Bengawan Solo Hulu. In University Research Colloquium 2015 Fakultas Geografi UMS, pp. 9-17.

Asdak, C., 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Revisi II). Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.

BPBD Kabupaten Sukoharjo, 2015. Penyusunan Dokumen Risiko Bencana Kabupaten Sukoharjo 2015. Sukoharjo: Asca Amoghasida Engineering Consultant.

bpbdjateng.info. (n.d.). http://bpbdjateng.info/aktivitas-/laporan-bencana/54-banjir.

Budiarti, W., E. Gravitiani, dan Mujiyo, 2016. Identifikasi Daerah Rawan Banjir di Sub DAS Samin Menggunakan SIG Sebagai Dasar Mitigasi Bencana. In S. Utaya, D. Liesnoor, dan M. Chatarina (Eds.), Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Peningkatan Sinergi Pengelolaan Lingkungan Hidup (pp. 495–503). Surakarta: S2 PKLH UNS, BIG, & KLHK RI.

Direktorat Pengelolaan DAS. Dirjen RLPS. Departemen Kehutanan, 2008. Rencana Tindak DAS Melalui RHL DI Bagian Hulu DAS Solo Dalam Rangka PEngendalian Banjir dan Tanah Longsor.

Farid, M., 2010. Banjir: Proses, Karakteristik dan Upaya Mengatasinya. Inovasi Online. 18.

Hanafiah, A. K., 2005. Dasar - Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Keputusan Menteri Kehutanan RI No SK. 328/Menhut-II/2009. Penetapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas.

Kingma, N.C., 2004. Natural Hazard Studies: Geomorphological Aspects of Flood Hazard. The Netherlands, ITC.

Maridi, Agustina, P., and Saputra, A., 2014. Vegetation analysis of Samin watershed , Central Java as water and soil conservation efforts. Biodiversitas. 15(2), pp. 215–223.

Matondang, J.P., S. Kahar, and B. Sasmito, 2013. Analisis Zonasi Daerah Rentan Banjir denga Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Kendal dan Sekitarnya). Jurnal Geodesi Undip. 2, pp. 103–113.

Nugraha, S., S. RI, dan R. Utomowati, 2013. Model Arahan Penggunaan Lahan Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Alam Melalui Pendekatan Morfokonservasi di Daerah Aliran Sungai Samin Kabupaten Karanganyar. Forum Geografi, 27(2), pp. 115–122.

Nugroho, S.P., 2015. Seminar Nasional Restorasi DAS: Mencari Keterpaduan di Tengah Isu Perubahan Iklim. In Relevansi Meningkatnya Bencana Hidrometeorologi Terkait Kerusakan DAS di Indonesia. Surakarta, Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS, Program Pasca Sarjana UNS, Fakultas Geografi UMS. pp. 3–23.

Nugroho, S.P., and T. Prayogo, 2008. Penerapan SIG untuk Penyusunan dan Analisis Lahan Kritis Pada Satuan Wilayah Pengeloaan DAS Agam Kuantan, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Teknologi Lingkungan, 9(2), pp. 130–140.

Paimin, Sukresno, dan I.B. Pramono, 2009. Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Balikpapan, Tropenbos International Indonesia Programme.

Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor 32 Tahun 2009. Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS).

Purwandari, T., M.P. Hadi, and N.C. Kingma, 2011. A GIS Modelling Approach for Flood Hazard Assessment in Part of Surakarta City, Indonesia. Indonesian Journal of Geography. 43(1), pp. 63–80.

Puturuhu, F., 2015. Mitigasi Bencana dan Penginderaan Jauh (Cetakan I). Yogyakarta, Graha Ilmu.

Situngkir, A.M., 2016. Evaluation and Improvement of Drainage Performance in Gedongtataan, Lampung Using Duflow Modeling Studio. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 6(2), pp. 111–121.

Sudaryanto, R., 2010. Analisis Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Lindung DAS Samin Untuk Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir. Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah Dan Agroklimatologi. 7(1), pp. 41–50.

Suharjo, dan Rudiyanto, 2015. Peran Geomorfologi Dalam Kajian Kerawanan Banjir di DAS Bengawan Solo. In Seminar Nasional Restorasi DAS: Mencari Keterpaduan di Tengah Isu Perubahan Iklim (pp. 433–442). Surakarta, BPTKPDAS, Pasca Sarjana UNS, & Fakultas Geografi UMS.

Suripin, 2004. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air (ED.II). Yogyakarta, Andi Offset.

Suryanta, J., dan I. Nahib, 2016. Spatial Planning Evaluation using Disaster based Analysis in Kudus District , Central of Java. Majalah Ilmiah Globe. 18(1), pp. 33–42.

Undang-Undang Republik Indonesia No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Vinay, M., Ramu, dan B. Mahalingam, 2015. Quantification of Soil Erosion by Water Using GIS and Remote Sensing Techniques: A Study of Pandavura Taluk, Mandya District, Karnataka, India. ARPN Journal of Earth Sciences. 4(2), pp. 103–110.

Wuryanta, A., 2015. Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan Berbasis Daerah Aliran Sungai Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan ( Studi Kasus di Sub DAS Samin ds ). In Prosiding Seminar Nasional Innovation in Environmental Management (p. V-1-V-5). Semarang, Diponegoro University; Queensland University.

Yulianti, M., Apip, dan L. Subehi, 2016. Analisis Spasial Laju Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah Sebagai Dasar Konservasi Air di DAS Batanghari. In Prosiding Seminar Nasional Peran Pengelolaan DAS untuk Mendukung Ketahanan Air. Surakarta: BP2TPDAS, PPS UNS, FG UMS. pp. 162–177.

Zein, M., 2010. A Community-Based Approach to Flood Hazard And Vulnerability Assessment in FloodProne Areas: A Case Study in Kelurahan Sewu, Surakarta City-Indonesia. Gadjah Mada University (UGM) and International Institute For Geo-Information Science And Earth Observation (ITC The Netherlands).

Authors

Wiwin Budiarti
windy_nindinindya@yahoo.com (Primary Contact)
Evi Gravitiani
Mujiyo Mujiyo
BudiartiW., GravitianiE. and MujiyoM. (2018) “ANALISIS ASPEK BIOFISIK DALAM PENILAIAN KERAWANAN BANJIR DI SUB DAS SAMIN PROVINSI JAWA TENGAH”, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management). Bogor, ID, 8(1), pp. 96-108. doi: 10.29244/jpsl.8.1.96-108.

Article Details