Pemetaan Komoditas Sayur Unggulan di Provinsi Lampung

Main Article Content

Edy Humaidi
Bina Unteawati
Analianasari Analianasari

Abstract

This study aims to map the types of vegetables that are feasible to be developed in Lampung Province. The mapping will be analyzed using the Location Quotient (LQ) method which will produce commodities that are classified as either base or non-base commodities. The data used are secondary data on vegetable production in Lampung Province for six years (2013-2018) obtained from the Central Statistics Agency of Lampung Province. The results showed that two types of vegetable plants became superior commodities, seen from the LQ value greater than 1, namely chilli and Chinese cabbage, with an LQ value of 1,26 for chilli and 1,17 for Chinese cabbage, respectively.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Humaidi, E., Unteawati, B., & Analianasari, A. (2020). Pemetaan Komoditas Sayur Unggulan di Provinsi Lampung. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 8(2), 106-114. https://doi.org/10.29244/jai.2020.8.2.106-114
Section
Articles
Author Biography

Edy Humaidi, Program Studi Agribisnis Jurusan Ekonomi dan Bisnis Politeknik Negeri Lampung

Jl. Soekarno - Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung, Indonesia

References

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Lampung Dalam Angka 2019. Bandar Lampung: Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

Anggiasari, N. M., Y. Indriani, dan T. Endaryanto. 2016. “Sikap Dan Pengambilan Keputusan Pembelian Sayuran Organik Oleh Konsumen Di Kota Bandar Lampung.” Jurnal Ilmu-ilmu Agribisnis (JIIA) Volume 4 N: :391-397. http://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JIA/article/view/1521/1375.

Anwarudin, M. J., Sayekti, A. L., Mahendra, A., & Hilman, Y. 2013. “Dinamika Produksi Dan Volatilitas Harga Cabai: Antisipasi Strategi Dan Kebijakan Pengembangan.”Pengembangan dan Inovasi Pertanian 8(1): 33–42.

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Lampung. 2019. Produksi Tanaman Hortikultura. Bandar Lampung: Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

Hardison. 2003. “Analisis Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Di Kabupaten Siak Provinsi Riau. [Tesis]. IPB.”

Hendayana, Rachmat. 2003. “Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional.” Jurnal Informatika Pertanian.

Kipdiyah, S., Hubeis, M., & Suharjo, B. 2013. “Strategi Rantai Pasok Say¬uran Organik Berbasis Petani Di Kecamatan Pangalengan , Kabupaten Bandung.” Manajemen IKM, 8(2),: 99–114.

Kristiantina, Dyah Elyta., Sarwono., Haryono, and Bambang Santoso. 2012. “Analisis Kebijakan Pemerintah Kota Blitar Dalam Mengembangkan Potensi Daerah Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Daerah.” Jurnal Admininistrasi Publik (JAP) Vol.1, No.: 15–21.

Mahmudi. 2010. Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Erlangga.

Makaborang M, Geonadi S, Hadi P. 2009. “Optimalisasi Penggunaan Lahan Berdasarkan Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Perkebunan (Studi Kasus: Kabupaten Sumba Timur).”Jurnal Agritech 29: 188 – 197.

Martodireso, S. dan W.A. Suryanto. 2011. Terobosan Teknologi Pemupukan Dalam Era Pertanian Organik. Yogyakarta: Kansius.

Pranoto, E. 2008. “Potensi Wilayah Komoditas Pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Agribisnis Kabupaten Banyumas. Tesis Prodi Agribisnis Universitas Diponegoro. Semarang.”

Ranya E, Abdul R, Fazel A, Noordin B, Siva K, Mohd A. 2013. “Agriculture Land Suitability Evaluator (ALSE): A Decision and Planning Support Tool for Tropical Crops.” Computer and Computing Technologies in Agriculture 93: 98 – 110.

Recatalá Boix, Luis, and Joseph Alfred Zinck. 2008. “Land-Use Planning in the Chaco Plain (Burruyacú, Argentina). Part 1: Evaluating Land-Use Options to Support Crop Diversification in an Agricultural Frontier Area Using Physical Land Evaluation.” Environmental Management.

Robinson Tarigan. 2017. Ekonomi Regional: Teori Dan Aplikasi, Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksaran.

Saragih, Bungaran. 2000. “Agribisnis Sebagai Landasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Dalam Era Milenium Baru.” Jurnal Studi Pembangunan, Kemasyarakatan dan Lingkungan 2(1): 1–9.

Setiawan D. 2006. “Peranan Sektor Unggulan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Pendekatan Input-Output Multiregional Jawa Timur, Bali Dan Nusa Tenggara Barat. [Tesis] IPB.”

Supriati, Y., Y. Yulia, dan I. Nurlaela. 2008. Tanaman Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Taufik, M. 2012. “Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran Di Sulawesi Selatan.” Jurnal Litbang Pertanian 31(2): 43–50.

Triyuwono, I. dan Yustika AE. 2013. Emansipasi Nilai Lokal Ekonomi Dan Bisnis Pasca Sentralisasi Pembangunan. Malang: Penerbit Bayu Media Publishing, Malang.

Wicaksono, Istiko Agus. 2011. “Analisis Location Quotient Sektor Dan Subsektor Pertanian Pada Kecamatan Di Kabupaten Purworejo.” Jurnal Ilmu Pertanian 7(2): 11–18.