https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/issue/feed Buletin Agrohorti 2024-06-20T10:10:25+07:00 Juang Gema Kartika buletinagrohorti@gmail.com Open Journal Systems <p align="through"><strong><img src="/public/site/images/adminbulagron/Cover_aja_tanpa_edisi_page-00012.jpg" width="194" height="275"></strong></p> <p align="justify"><strong>Buletin Agrohorti</strong> is a scientific publication established in 2013, published by the <strong>Indonesian Society of Agronomy</strong> (Perhimpunan Agronomi Indonesia), <strong>Indonesian Society for Horticulture</strong> (Perhimpunan Hortikultura Indonesia) and the <strong>Department of Agronomy and Horticulture</strong>, <strong>IPB University</strong>.</p> <p align="justify">Buletin Agrohorti is a non-accredited national journal, containing original writings related to the fields of agronomy and horticulture in a broad sense including crop production, genetics and plant breeding, plant ecology and physiology, plant biotechnology, and seed science and technology, both in the form of research results, policy analysis, and reviews, in Indonesian and English. Published online in <strong>January</strong>, <strong>May</strong>, and <strong>September</strong>, one issue contains 16 articles.</p> <p align="justify">Buletin Agrohorti is printed on a limited basis and can be obtained by contacting the managing editor via email: <a href="mailto:buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id">buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id</a></p> <p>P-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344846365">2337-3407</a> | E-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1486012144">2614-3194</a></p> https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51386 Pengelolaan Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Negeri Lama Selatan, Sumatera Utara 2024-02-02T16:09:25+07:00 Annisa Andrini Nasution didysopandie@gmail.com Didy Sopandie didysopandie@gmail.com Adolf Pieter Lontoh didysopandie@gmail.com <p>Pengelolaan gulma pada kelapa sawit dibutuhkan untuk meningkatkan keefektifan pengendalian gulma dan memperbaiki produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2022 yang berlokasi di Kebun Negeri Lama Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis gulma dominan dan teknik pengendaliannya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perhitungan NJD, gulma yang dominan adalah <em>Cynodon dactylon</em> (L.) (36.43%), <em>Asystasia gangetica </em>(L.) <em>T. Anderson</em> (25.24%)<em>, Echinochloa colona</em> (L.) (17.29%), dan <em>Cleome rutidosperma </em>(17.15%).&nbsp; Hasil pengamatan lain mengindikasikan bahwa kegiatan kalibrasi belum diterapkan sesuai dengan standar kebun berdasarkan hasil uji <em>t- </em><em>student </em>pada taraf 5%. Metode penerapan herbisida untuk dosis (rata-rata 0.27 L per tanaman), lebar semprot (rata-rata 116 cm), cara semprot, dan bahan aktif yang dipakai sudah memenuhi standar ketepatan kebun berdasarkan hasil uji <em>t-</em><em>student</em> pada taraf 5%. Waktu aplikasi belum terlaksana dengan tepat. Pengelolaan gulma yang dilaksanakan telah mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekologis melalui pemilihan bahan aktif, pemanfaatan gulma penting (<em>Nephrolepis biserrata</em>), dan implementasi aturan dalam penggunaan bahan kimia. Dosis 0.5 kg ha<sup>-1</sup> metil metsulfuron sangat efektif untuk mengendalikan gulma <em>Asystasia gangetica</em> secara total pada hari ke-20 HSA. Keterampilan aplikasi waktu semprot dipengaruhi oleh usia pekerja berdasarkan analisis <em>F-</em><em>tukey </em>pada taraf 5%. Pengawasan terhadap kondisi alat penting dilakukan untuk mengoptimalkan keefektifan pengendalian gulma.</p> <p>Kata kunci: kalibrasi, NJD, keterampilan kerja</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51585 Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita F. Muell sebagai Bioherbisida Pascatumbuh 2024-02-02T16:09:24+07:00 Mia Audina dwi_guntoro@apps.ipb.ac.id Dwi Guntoro dwi_guntoro@apps.ipb.ac.id <p>Penggunaan bioherbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan.&nbsp; Zat alelopati tumbuhan dapat dijadikan sebagai bioherbisida yang ramah lingkungan.&nbsp; Daun <em>Eucalypthus pellita </em>mengandung zat alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian laboratorium dilaksanakan untuk mengungkap potensi zat alelopati dari ekstrak daun <em>E. pellita</em> sebagai bioherbisida pasca tumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan <em>Green House</em> Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas lima konsentrasi yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, dan 400 g L<sup>-1</sup>.&nbsp; Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun <em>E. pellita </em>dapat menghambat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, fitotoksisitas dan meningkatkan persentase kerusakan pada gulma <em>Asystasia</em><em> gangetica </em>dan <em>Borreria alata</em> pada konsentrasi 30% dan gulma <em>Cyperus brevifolius</em> pada konsentrasi 40%. Ekstrak daun <em>E. pellita</em> tidak mempengaruhi pertumbuhan spesies <em>Eleusin indica.</em></p> <p>Kata kunci: alelopati, gulma daun lebar, pengendalian, rumput, ekstraksi air</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51579 Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Memengaruhi Pertumbuhan dan Hasil Padi Ketan Grendel (Oryza sativa L. var glutinosa) 2024-02-20T09:04:19+07:00 Awfil Haq edi_santosa@apps.ipb.ac.id Edi Santosa edi_santosa@apps.ipb.ac.id Arya Widura Ritonga edi_santosa@apps.ipb.ac.id <p>Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis nitrogen (N) terhadap pertumbuhan dan hasil padi ketan grendel (<em>Oryza sativa L. var glutinosa</em>). Penelitian dilaksanakan di Desa Jatisari, Karawang, Jawa Barat yang berada pada ketinggian 25.6 m dpl pada Januari-Juni 2022. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor yaitu jarak tanam sebagai petak utama (20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, 30 cm x &nbsp;30 cm, dan 40 cm x 40 cm) dan dosis N sebagai anak petak (0, 45, 90, 135, dan 180 kg N ha<sup>-1</sup>). &nbsp;Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 40 cm dan dosis N 180 kg N ha<sup>-1</sup> merupakan kombinasi terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun, jumlah anakan produktif, bobot kering sampel, bobot gabah hampa, jumlah bulir per malai, dan hasil ubinan (GKP) yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Dengan demikian, jarak tanam dan dosis tersebut direkomendasikan untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mendukung produktivitas padi ketan grendel.</p> <p>Kata kunci: dosis rekomendasi, jarak tanam, komponen hasil, pemupukan nitrogen</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51384 Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam 2024-02-02T16:09:27+07:00 Annisa Sofiana ani_kurniawati@yahoo.co.id Ani Kurniawati ani_kurniawati@yahoo.co.id Purwono ani_kurniawati@yahoo.co.id <p>Sidaguri (<em>Sida rhombifolia</em>) merupakan tanaman berkhasiat obat dari famili malvaceae yang masih jarang dibudidayakan. Pengambilan sidaguri dari alam untuk memenuhi kebutuhan industri obat secara terus menerus mengancam keberadaan sidaguri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perbanyakan, komposisi media tanam, dan interaksi keduanya untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan optimal dan efisien. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat tiga perlakuan jenis bahan perbanyakan yaitu benih, setek batang, dan setek pucuk serta empat komposisi media tanam yaitu tanah, tanah + kompos, tanah + kompos + arang sekam, dan tanah + kompos + pasir (1:1 v/v). Setiap satuan percobaan terdapat 10 tanaman sehingga total terdapat 360 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perlakuan yang menghasilkan bibit paling baik berdasarkan pengaruh jenis bahan perbanyakan, namun komposisi media tanam dan interaksi kedua faktor tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Bahan perbanyakan yang baik digunakan sebagai bahan perbanyak sidaguri yaitu setek batang yang menunjukkan hasil paling baik pada daya tumbuh (56.67%), tinggi tanaman (29.4 cm), dan jumlah cabang (3.5) yang dicapai pada umur 8 MST.</p> <p>Kata kunci: bahan perbanyakan, diferensiasi sel, malvaceace, media tanam</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53527 Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) 2024-06-10T15:45:37+07:00 Destya Alhidayah ma_chozin@yahoo.com Muhamad Achmad Chozin ma_chozin@yahoo.com Arya Widura Ritonga ma_chozin@yahoo.com <p>Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh naungan, genotipe dan interaksi antara genotipe dengan naungan terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe cabai rawit, selain itu untuk mengkonfirmasi kembali tingkat toleransi naungan dari beberapa genotipe cabai rawit. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan November 2021 sampai bulan Maret 2022. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama naungan dan anak petak berupa 3 genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 55% menyebabkan peningkatan tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar tajuk, lebar daun dan panjang daun. Naungan paranet 55% juga menyebabkan penurunan bobot buah per tanaman, produktivitas, <em>fruitset</em>, jumlah bunga dan jumlah buah pada tanaman cabai rawit yang diamati. Genotipe G4 (F8.145291-14-9-3-12-1) dan G7 (Genie) memiliki bobot buah per tanaman, produktivitas, umur berbunga, <em>fruitset</em>, tinggi tanaman, tinggi dikotomus dan ukuran daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe G3 (F10.160291-3-12-5-51-1-1- 2-2-1). Interaksi antara genotipe dan tingkat naungan terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah dan panjang daun. Genotipe cabai rawit G4 dan G7 termasuk genotipe cabai rawit yang moderat toleran naungan, sedangkan genotipe cabai rawit G3 termasuk genotipe cabai yang peka naungan berdasarkan produksi relatifnya. Genotipe G4&nbsp; dan G7 memiliki konsistensi yang sama dengan penelitian sebelumnya, dimana genotipe G4 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap naungan dibandingkan dengan genotipe G3 dan G7 tetap menjadi genotipe yang moderat toleran naungan.</p> <p>Kata kunci: Intensitas cahaya rendah, <em>fruitset</em>, produktivitas</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/53055 Keragaman Genetik Karakter Agronomi dan Amilosa Populasi Sorgum F3 Hasil Persilangan Pulut 3 x Soraya 3 2024-02-02T16:09:23+07:00 Azhahara Putri Kusuma Wardhani desta@apps.ipb.ac.id Desta Wirnas desta@apps.ipb.ac.id <p>Penggunaan sorgum sebagai alternatif pangan di Indonesia belum cukup berkembang karena tekstur sorgum yang pera kurang disukai masyarakat. Perbaikan terhadap kualitas biji sorgum perlu dilakukan untuk memperoleh sorgum berbiji pulen dan diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik pada populasi F3 sorgum hasil persilangan Pulut 3 x Soraya 3 serta seleksi cepat genotipe sorgum dengan kadar amilosa rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2022 hingga Desember 2022 di Kebun BBPSI Biogen, Cimanggu, , Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karakter kuantitatif yang beraneka ragam. Jumlah gen yang terlibat terbagi menjadi dua macam yaitu banyak dan sedikit gen. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis. Hasil pewarnaan pada endosperma biji menunjukkan sebagian besar sorgum populasi F3 bertipe <em>waxy</em>.</p> <p>Kata kunci: aksi gen, epistasis, seleksi, <em>Sorghum bicolor</em>, <em>staining</em></p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51427 Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) Di Kebun Branggah Banaran, Blitar 2024-06-10T15:46:49+07:00 Sabaiq Yuhfadh Djiwangga Darin sofyanzaman@yahoo.co.id Sofyan Zaman sofyanzaman@yahoo.co.id Candra Budiman sofyanzaman@yahoo.co.id <p>Gulma sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang ada di lahan perkebunan termasuk pada komoditas cengkeh. Penurunan produksi diakibatkan karena adanya kompetisi nutrisi antara tanaman utama dan gulma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses pengendalian gulma di Kebun Branggah Banaran, Blitar terutama mengenai manajemen pengendalian gulma tanaman cengkeh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022. Kondisi gulma di Kebun Branggah Banaran pada golongan tanaman B2, C1 dan C2 didominasi oleh gulma rumput <em>Digitaria sanguinalis </em>dan <em>Pseudelephantopus spicatus </em>pada golongan tanaman A1, A2 dan B1. Pekerja pengendalian gulma masih banyak yang belum mematuhi kelengkapan APD yang ditetapkan perusahaan. Perbandingan efektivitas biaya pengendalian gulma pada TBM dan TM menunjukkan bahwa metode kimiawi lebih efektif dengan rasio sebesar 1.24:1. Keberagaman gulma setiap tahun pangkas mempengaruhi kegiatan pengelolaan kerja pengendalian gulma secara umum. Keberagaman gulma mempengaruhi waktu pengendalian, metode pengendalian, kemampuan penyemprot serta efisiensi biaya pengendalian.</p> <p>Kata kunci: analisis vegetasi, cengkeh, efektivitas biaya, gulma, herbisida</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51577 Dosis dan Cara Penempatan Pupuk pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu 2024-06-14T13:28:57+07:00 Herliana Husnul Khotimah warto_skm@apps.ipb.ac.id Suwarto warto_skm@apps.ipb.ac.id <p>Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi menjadi pangan alternatif. Produktivitas sorgum masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis pupuk dan cara penempatan pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan, yaitu Februari-Juli 2019 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian, dan Laboratorium Pasca Panen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial. Faktor utama yaitu dosis pupuk terdiri atas 25%, 50%, dan 100% dari dosis acuan yang digunakan (261 kg Urea, 100 kg SP-36, dan 150 kg KCl ha<sup>-1</sup>) dan faktor kedua yaitu cara penempatan pupuk (penempatan pupuk sepanjang larikan di antara barisan tanaman dan penempatan pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman). Pemberian dosis pupuk 25% dari dosis acuan yang digunakan dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman sorgum pada 8 dan 10 MST. Pemberian pupuk sepanjang larikan di luar masing-masing barisan tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun tanaman sorgum pada 2 MST.&nbsp; Pupuk dapat diberikan di setiap baris tanaman atau dalam satu baris antara dua baris tanaman.&nbsp; Dosis pupuk anorganik untuk sorgum varietas Numbu di tanah Latosol Darmaga; dengan kandungan N-total sedang (0.21%), P total sangat tinggi (147.06 mg P<sub>2</sub>O<sub>5</sub> 100g<sup>-1</sup>) dan K-total rendah (19.05 mg K<sub>2</sub>O&nbsp;100g<sup>-1</sup>)&nbsp; yang diberi pupuk kandang 10 ton ha<sup>-1</sup> dan dolomit 2 ton ha<sup>-1</sup>, dapat diberikan dengan dosis lebih rendah sampai 25% dari acuan. &nbsp;</p> <p>Kata kunci: dosis pupuk, penempatan pupuk, pertumbuhan</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51535 Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Labuhanbatu, Sumatera Utara 2024-06-20T09:54:24+07:00 Elsass Riela Tambunan junaediagh@gmail.com Ahmad Junaedi junaediagh@gmail.com Herdhata Agusta junaediagh@gmail.com <p>Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penting yang potensial untuk dibudidayakan. Pemeliharaan pada tanaman kelapa sawit khususnya pemupukan memerlukan biaya yang tinggi sehingga perlu diperhatikan peningkatan efisiensi dan efektivitas pada penerapannya. Penelitian dilaksanakan di Labuhanbatu, Sumatera Utara yang berlangsung dari Januari–Mei 2022. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen pemupukan kelapa sawit yang efektif dan efisien. Pengamatan pemupukan dilakukan pada penerapan kaidah 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat tempat). Data dianalisis menggunakan uji <em>t-student</em>. Berdasarkan hasil pengamatan, manajemen pemupukan sudah dijalankan dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh kebun. Penerapan sistem tempat pengeceran pupuk meningkatkan kualitas pemupukan dan mempermudah proses <em>pelangsiran</em> pupuk. Ketepatan dosis aplikasi pupuk pada pemupukan HGFB mencapai persentase 95.5% dan pada pemupukan MOP mencapai persentase dan 92.8%. Realisasi aplikasi pupuk sudah sesuai dengan rekomendasi waktu pemupukan. Cara pengaplikasian pupuk juga sudah baik, rata–rata presentasi cara pemupukan HGFB dan MOP yaitu 95.5% dan 92.1%. Tempat pemupukan juga sudah diaplikasikan sesuai standar kebun (50 cm), rata–rata jarak aplikasi pupuk dari pokok pada pemupukan HGFB yaitu 54.9 cm dan MOP yaitu 52.9 cm.</p> <p>Kata kunci: efisiensi, keefektifan, kelapa sawit, ketepatan, pemupukan</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/48549 Aplikasi Dosis Pupuk KCl terhadap Tingkat Kemanisan Wortel (Daucus carota L.) Aksesi Cipanas dan Varietas Kuroda 2024-06-20T09:56:24+07:00 Aisyah Khaerunnisa buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id Sudarsono Sudarsono sudarsono_agh@apps.ipb.ac.id Shandra Amarillis s.amarillis@apps.ipb.ac.id <p>Wortel (<em>Daucus carota </em>L.) merupakan komoditas sayur yang dikenal secara umum oleh masyarakat. Kualitas wortel yang baik diharapkan mampu meningkatkan konsumsi masyarakat. Salah satu cara meningkatkan kualitas wortel adalah meningkatkan rasa manis dengan cara meningkatkan dosis pupuk KCl yang diberikan. Penelitian bertujuan menguji hubungan dosis pupuk KCl terhadap tingkat kemanisan wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2019 di Kebun Percobaan Pasir Sarongge IPB, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan dua faktor. Faktor pertama adalah varietas (Kuroda dan Cipanas) sebagai petak utama dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (60, 90, 120, dan 150 kg ha<sup>-1</sup>) sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berbeda nyata pada semua parameter, kecuali daya berkecambah dan diameter umbi. Perlakuan dosis pupuk KCl pada tanaman wortel tidak meningkatkan kadar padatan terlarut total. Wortel Kuroda memberikan hasil terbaik pada uji tingkat kemanisan, sedangkan wortel Cipanas memberikan hasil terbaik pada produksi dan produktivitas panen. Karakter hasil tanaman yang berkorelasi nyata secara positif terhadap masing-masing karakter adalah produksi, produktivitas, panjang umbi, dan bobot umbi. Kadar padatan terlarut total (PTT) berkorelasi nyata secara negatif terhadap karakter produksi, produktivitas, panjang umbi dan tinggi tanaman.</p> <p>Kata kunci: korelasi, kualitas umbi, padatan terlarut total, produksi</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51580 Pengaruh Frekuensi Pemberian NPK terhadap Kualitas Buah Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) 2024-06-20T09:48:45+07:00 Nafi’ Kurniawan slmtsanto@gmail.com Slamet Susanto slmtsanto@gmail.com Deden Derajat Matra slmtsanto@gmail.com <p>Pamelo atau jeruk besar (<em>Citrus maxima </em>(Burm.) Merr.) merupakan salah satu jenis jeruk di Indonesia yang mempunyai ukuran buah lebih besar dibandingkan dengan jenis jeruk lain. Produksi dan kualitas buah pamelo masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi selera konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rekomendasi frekuensi pemupukan NPK yang tepat untuk meningkatkan&nbsp; kualitas buah pamelo. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB dan Laboratorium pascapanen AGH dari bulan Desember 2019 sampai Juni 2020. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu frekuensi pemupukan yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu kontrol tanpa pemupukan (P1), pemupukan setiap 2 minggu (P2), 4 minggu (P3), dan 8 minggu (P4), dengan dosis setiap aplikasi&nbsp; 0.5 kg per tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil menunjukkan bahwa tanaman dari perlakuan P3 menunjukkan hasil nyata lebih tinggi bobot buah, diameter&nbsp; buah dan lingkar buah&nbsp; dibandingkan kontrol. Bobot bagian buah secara proporsional meningkat dengan semakin tingginya bobot buah.&nbsp; Proporsi bagian dapat dimakan (BDD) berkisar antara 62-64% tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan frekuensi pemupukan tidak berpengaruh nyata pada kandungan PTT, ATT dan vitamin&nbsp; C. PTT berkisar antara 9,8-10,6 °Brix, ATT berkisar antara 0.49-0.64%, Vitamin C berkisar antara 36.6-38.0 mg 100 g<sup>-1</sup>. Jumlah tunas vegetatif dan generatif yang muncul selama periode perkembangan buah sangat rendah, tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan.</p> <p>Kata kunci: bagian dapat dimakan, kualitas eksternal, kualitas internal, pupuk majemuk, varietas Nambangan</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/48533 Produksi Tanaman Anyelir (Dianthus chinensis L.) sebagai Tanaman Hias Pot dan Hamparan di Cianjur, Jawa Barat 2024-06-20T10:00:03+07:00 Adinda Prasetyawati buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id Juang Gema Kartika ikajuang@yahoo.com Agus Purwito apurwito@gmail.com <p>Pembibitan tanaman hias biasanya menghasilkan banyak varietas anyelir. Keragaman morfologi antar varietas (dalam satu spesies) memberikan keleluasaan bagi konsumen dalam memilih produk yang akan dibeli. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai produksi, kriteria panen komoditas anyelir serta mengevaluasi kelayakan usaha tani dari komoditas tersebut. Penelitian dilakukan di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, pada bulan Januari hingga April 2020. Terdapat 2 percobaan, yaitu (1) mengamati perbedaan 2 varietas anyelir yang diproduksi sebagai tanaman hias pot; varietas anyelir yang diamati memiliki kode DNT 417 dan DNT 917; dan (2) mengamati perbedaan 2 varietas anyelir yang diproduksi dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman hamparan, varietas anyelir yang diamati memiliki kode DNT 103 dan DNT 123. Secara umum keempat varietas yang diamati (untuk anyelir pot dan polibag) yang diproduksi dengan menggunakan prosedur standar perusahaan dapat memenuhi standar mutu yang ditetapkan perusahaan. Nilai R/C ratio pada tanaman anyelir pot dan anyelir polibag yaitu 3.47 dan 2.53. Nilai R/C ratio pada komoditas anyelir pot dan anyelir polibag menunjukkan hasil &gt;1 yang berarti usahatani layak dijalankan dan bersifat menguntungkan. &nbsp;&nbsp;</p> <p>Kata kunci: analisis usaha tani, Caryophyllaceae, kriteria panen, <em>R/C ratio</em></p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51529 Pengelolaan Peperomia (Peperomia sp.), Begonia (Begonia sp.), Bromelia (Neoregelia schultesiana), dan Hortensia (Hydrangea macrophylla) di Bogor, Jawa Barat 2024-06-20T10:03:15+07:00 Renaldy Susanto kettysuketi@apps.ipb.ac.id Ketty Suketi kettysuketi@apps.ipb.ac.id Slamet Susanto kettysuketi@apps.ipb.ac.id <p>Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juli 2021 di Bogor, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan tanaman hias khususnya peperomia, bromelia, begonia, dan hortensia. Kegiatan pengelolaan tanaman hias mencakup jadwal produksi mulai dari persiapan tanam hingga siap panen dan kriteria panen tanaman. Pengamatan tanaman <em>Peperomia obtusifolia, Neoregelia schultesiana, </em>dan <em>Hydrangea macrophylla </em>meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Pengukuran tanaman <em>Peperomia argyreia </em>dan <em>Peperomia caperata </em>meliputi jumlah tunas. Pengukuran <em>Begonia </em>‘<em>orococo’</em> meliputi panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun. Kegiatan budidaya tanaman hias yang dilakukan meliputi persiapan media tanam, pembibitan, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit, panen, dan pascapanen. Hasil pengamatan pada tanaman <em>Peperomia obtusifolia</em>, <em>Neoregelia schultesiana</em>, dan <em>Begonia </em>‘<em>orococo’</em> yang menggunakan metode perbanyakan stek batang tergolong cepat, sedangkan <em>Peperomia caperata </em>dan <em>Peperomia argyreia </em>yang diperbanyak dengan menggunakan metode stek daun memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga selama penelitian tanaman tidak memenuhi kriteria pemasaran. <em>Hydrangea macrophylla </em>memiliki umur panen rata-rata sekitar 15 MST. Kemampuan teknis mahasiswa meningkat dalam pengelolaan tanaman hias. Hasil analisis usahatani dengan asumsi luasan 200 m<sup>2</sup> pada <em>Peperomia obtusifolia, Peperomia argyreia</em>, <em>Peperomia caperata</em>, <em>Begonia </em>‘<em>orococo’</em>, dan <em>Neoregelia schultesiana </em>menunjukkan hasil R/C rasio &gt;1 yang berarti menguntungkan.</p> <p>Kata kunci: &nbsp;analisis usaha tani, kriteria panen, pembibitan tanaman hias, stek daun, stek batang</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51528 Pengaruh Ukuran Benih terhadap Mutu Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima 4 dan Vimil 1 2024-06-20T10:06:32+07:00 Nadia Rolin ahmadzamzami@apps.ipb.ac.id Ahmad Zamzami ahmadzamzami@apps.ipb.ac.id Abdul Qadir ahmadzamzami@apps.ipb.ac.id <p>Konsumsi kacang hijau nasional terus meningkat sehingga peningkatan produksi perlu dilakukan dengan meningkatkan produktivitas tanaman. Produktivitas tanaman dapat ditingkatkan salah satunya dengan menggunakan benih bermutu tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ukuran benih terhadap mutu kacang hijau varietas Vima 4 dan Vimil 1. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Benih, Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, serta Laboratorium Biofisika Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada bulan Januari-April 2022. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu ukuran benih dengan empat taraf ukuran (besar, sedang, kecil dan campuran). Benih varietas Vima 4 memiliki diameter (besar: ≥0.43 cm; sedang: 0.39-0.42 cm; kecil: ≤0.38 cm; campuran: 0.38≥ x ≥0.43) serta varietas Vimil 1 memiliki diameter (besar: ≥0.38 cm; sedang: 0.33- 0.37 cm; kecil: ≤0.34 cm; dan campuran:0.34≥ x ≥0.38). Hasil penelitian menunjukkan daya berkecambah dan indeks vigor benih kacang hijau varietas Vima 4 tidak berbeda nyata antara benih berukuran besar dan sedang. Ukuran benih tidak berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan dan indeks vigor kacang hijau varietas Vimil 1, namun berpengaruh nyata terhadap nilai daya hantar listrik. Benih berukuran besar memiliki laju imbibisi paling tinggi. Viabilitas dan vigor benih hasil seleksi dengan air <em>screen cleaner</em> memperlihatkan bahwa yang lebih baik terdapat pada benih berukuran besar dan sedang.</p> <p>Kata kunci: diameter benih, imbibisi, perkecambahan, vigor</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/51662 Pengaruh Ukuran Rimpang dan Media Tanam terhadap Viabilitas dan Vigor Bibit Monstera (Monstera deliciosa) 2024-06-20T10:10:25+07:00 Ayomi Ida Ramadhanti m.r.suhartanto@apps.ipb.ac.id Muhammad Rahmad Suhartanto tantosuhartanto63@gmail.com <p>Monstera (<em>Monstera deliciosa</em>) merupakan tanaman hias yang sedang populer di Indonesia selama beberapa tahun. Pembibitan monstera dapat ditingkatkan dengan pemilihan ukuran rimpang dan media tanam yang paling baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian Mutu Benih, dan Laboratorium Fisiologi dan Kesehatan Benih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ukuran rimpang yang terdiri dari 3 taraf berdasarkan diameter, yaitu ukuran kecil (0.7 cm hingga &lt;1.7 cm), sedang (≥1.7 cm hingga ≤2 cm), dan besar (&gt;2 cm hingga 4 cm). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (1:1:1) dan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Bibit yang berasal dari benih rimpang berukuran besar memiliki persentase hidup, panjang daun, bobot basah rimpang, bobot kering rimpang, dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada bibit yang berasal dari benih rimpang sedang dan kecil. Media tanam campuran sekam menghasilkan bibit dengan persentase hidup, kecepatan patah dormansi, persentase bertunas, panjang akar, bobot kering akar, bobot basah tunas dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada media campuran pasir.</p> <p>Kata kunci: araceae, pasir, sekam padi mentah, tunas</p> 2024-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Buletin Agrohorti