MODIFIKASI FERMENTASI HIDROLISAT ASAM Eucheuma cottonii MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae DAN Pachysolen tannophilus

  • Muhammad Syukur Sarfat, Mulyorini Rahayu nigsih, Ani Suryani, Dwi Setyaningsih TIN

Abstract

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah adalah modifikasi fermentasi bioetanol secara curah dari rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai substrat sehingga dihasilkan rendemen produk bioetanol yang tinggi. Jenis gula yang terdapat pada hidrolisat asam Eucheuma cottonii terdiri dari 4,95% galaktosa, 0,25% glukosa, 0,04% xilosa, dan 0,02% maltoheptaosa. Produksi etanol tertinggi dari Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 2,38% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 79,09% efisiensi penggunaan substrat, dan 56,30% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari. Produksi etanol tertinggi dari Pachysolen tannophilus IPBCC AC IX teradaptasi adalah 0,11% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 15,39% efisiensi penggunaan substrat, dan 2,60% efisiensi fermentasi yang difermentasi selam 4 hari. Produksi etanol tertinggi dengan perlakuan culture refresh menggunakan Pachysolen tannophilus IPBCC AC IX teradaptasi setelah fermentasi berlangsung 24 jam oleh Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 0,81% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 82,42% efisiensi penggunaan substrat, dan 19,79% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari. Produksi etanol tertinggi dengan perlakuan culture refresh menggunakan Saccharomyces cerevisiae IPBCCAL IX teradaptasi setelah fermentasi berlangsung 24 jam oleh Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 1,76% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 53,06% efisiensi penggunaan substrat, dan 43,53% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari.
Kata kunci: bioetanol, Eucheuma cottonii, Pachysolen tannophilus, Saccharomyces cerevisiae
Published
2014-04-25