Tropical Eel: Vulnerability Approach untuk Pengelolaan Berkelanjutan

  • Yonvitner Yonvitner Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Isdradjad Setyobudiandi Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Apriansyah Apriansyah Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Deni Rahmat Hidayat Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Abstract

Sumberdaya ikan sidat di Cimandiri memiliki interaksi kuat dengan perairan Samudra Hindia. Penangkapan dilakukan terus-menerus, baik larva maupun dewasa dikhawatirkan berisiko terhadap keberlanjutan stok. Praktik pemanfaatan dan pengelolaan yang dilakukan tidak sepenuhnya memperhatikan kaidah keberlanjutan ilmiah yang memadai. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan mengkaji mengenai sustainability dan productivity sebagai basis data kerentanan dilakukan selama Juli–Oktober 2013 pada 5 titik pengamatan sepanjang sungai Cimandiri. Analisis indek komposit dengan pendekatan jarak dengan indek Jaccard. Hasil kajian keretanan ikan sidat berkisar antara 1,31–1,66. Nilai tersebut menunujukkan bahwa potensi keberlanjutan tinggi dan kerentanan rendah dengan menggunakan klasifikasi NOAA (2009). Stok dengan indek di bawah 1,8 tergolong kurang rentan dan potensi keberlanjutan masih baik.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-03-23
How to Cite
Yonvitner, Y., Setyobudiandi, I., Apriansyah, A., & Hidayat, D. R. (2018). Tropical Eel: Vulnerability Approach untuk Pengelolaan Berkelanjutan. Journal of Tropical Fisheries Management, 1(1), 41-49. https://doi.org/10.29244/jppt.v1i1.20152