Program Pengembangan Pertanian Terpadu untuk Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Operasi PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera

  • Nawar Lina Syarifah Center for Alternative Disupute Resolution and Empowerment, Bogor Agricultural University

Abstract

Pengembangan masyarakat di wilayah perdesaan sangat penting dilaksanakan. Hal tersebut bertujuan mengembangkan potensi sumberdaya wilayah baik sumberdaya alam ataupun sumberdaya manusia dengan melibatkan secara langsung masyarakat sekitar. PT Pertamina melakukan program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Program yang dilaksanakan berupa pemberdayaan di bidang pertanian terpadu dan ekonomi yakni program budidaya Padi Salibu, budidaya hortikultura, budidaya perikanan serta pemanfaatan pekarangan. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui potensi yang ada di wilayah tempat pengadaan program dalam rangka pengembangan masyarakat; (2) Mengkaji bagaimana berjalannya program sistem pertanian terpadu di wilayah Sumatera Selatan. Hasil dari program pemberdayaan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat sekitar tentang tata cara bertanam padi yang baik dan sesuai dengan kondisi wilayah, serta meningkatnya perekonomian masyarakat diakarenakan adanya peningkatan hasil panen. Peninghatan hasil panen dapat dilihat pada komoditas padi dan hortikultura seperti cabai, terong dan pepaya. Peningkatan paling pesat dialami oleh komoditas hortikultura, karena sebelum ada pendampungan, komoditas tersebut tidak dibudidayakan sama sekali. Hambatan yang ditemukan selama proses pendampingan adalah masyarakat terlalu fokus pada komoditas perkebunan yang minim perawatan daripada komoditas hortikultura serta kurangnya edukasi kepada masyarakat bahwa komoditas hortikultura sebenernya punya nilai jual yang tinggi.
Published
2019-05-30
How to Cite
Syarifah, N. L. (2019). Program Pengembangan Pertanian Terpadu untuk Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Operasi PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera. Jurnal Resolusi Konflik, CSR Dan Pemberdayaan (CARE), 2(2), 23. Retrieved from http://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/26285