KANDUNGAN KOMPONEN BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIMIKROB EKSTRAK BINTANG LAUT (Culcita schmideliana)

  • Kustiariyah Tarman Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor
  • Hana Nurullita Prestisia Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Iriani Setyaningsih Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Meydia Meydia Departement of Biotechnology, Yonsei University, Republic of Korea, Seodaemun-gu Seoul
  • Yogiara Yogiara Departement of Biotechnology, Yonsei University, Republic of Korea, Seodaemun-gu Seoul
  • Jae-Kwan Hwang Departement of Biotechnology, Yonsei University, Republic of Korea, Seodaemun-gu Seoul
Keywords: antimikrob, bioautografi, fitokimia, kromatografi lapis tipis

Abstract

Bintang laut Culcita schmideliana merupakan salah satu spesies dari kelas Asteroidea yang memiliki potensi sebagai antimikrob. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komponen bioaktif dan aktivitas antimikrob dari bintang laut C. schemideliana. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa uji, yaitu uji komponen fitokimia, uji aktivitas antimikrob, dan fraksinasi dengan kromatografi lapis tipis, serta bioautografi. Hasil uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung alkaloid, steroid, flavonoid, saponin, dan ninhidrin, sedangkan ekstrak n-heksan dan etil asetat mengandung steroid dan saponin. Aktivitas antimikrob terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 2 mg yaitu sebesar 16 mm. Fraksinasi KLT diidentifikasi memiliki 7 bercak pada lampu sinar UV λ 254 nm dan UV λ 366 nm menghasilkan 1 bercak. Pengamatan bioautografi terhadap bakteri B. subtilis menghasilkan zona hambat sebesar 7 mm pada Rf = 0,02 dan pada Rf = 0,62 menghasilkan zona hambat sebesar 3 mm.
Published
2012-12-30