PENGARUH PEREBUSAN TERHADAP KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KOLESTEROL KERANG POKEA (Batissa violacea celebensis Marten 1897)

  • Yenni Yenni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Tati Nurhayati Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Nurjanah Nurjanah Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertan

Abstract

Pokea (Batissa violacea celebensis Marten 1897) yaitu jenis kekerangan dari Famili Corbiculidae yang berasal dari Sungai Pohara Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara memiliki kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang bermanfaat bagi perkembangan otak dan untuk mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler. Pemanfaatan kerang pokea oleh masyarakat setempat umumnya dilakukan dengan cara direbus. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komposisi asam lemak dan kolesterol pada kerang pokea sebelum dan setelah perebusan, sehingga dapat digunakan sebagai rekomendasi diet pencegahan berbagai penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler. Profil asam lemak dan kolesterol ditentukan menggunakan kromatografi gas (GC). Hasil analisis komposisi asam lemak (% b/b dalam lemak) pokea segar terdiri atas SFA 16,80%; MUFA 9,71%; dan PUFA 10,15% sedangkan pokea rebus SFA 10,66%; MUFA 6,35%; dan PUFA 6,77%. Kandungan EPA dan DHA pokea segar adalah 1.445 mg/100 g dan 1.470 mg/100 g, sedangkan pokea rebus 1.007 mg/100 g dan 1.010 mg/100 g. Kandungan kolesterol pokea segar
402,03 mg/100 g, sedangkan pokea rebus 166,93 mg/100 g. Proses perebusan selama dua menit tidak signifikan menurunkan kandungan asam lemak dan kolesterol kerang pokea. Berdasarkan rasio n6/n3 dan rasio PUFA/SFA daging rebus kerang pokea dapat dikatakan aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Published
2012-12-30