AKUMULASI LOGAM BERAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP SPERMATOGENESIS KERANG HIJAU (Perna viridis)

Jalius ,, D. Djoko Setiyanto, Komar Sumantadinata, Etty Riani, Yunizar Ernawati

Sari


Perairan Teluk Jakarta, Banten, dan Lada telah mengalami pencemaran, terutama tercemar oleh logam berat seperti Pb, Cd, Cr dan Hg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam tersebut dalam gonad kerang hijau (Perna viridis) dan pengaruh akumulasi logam tersebut pada spermatogenesis kerang hijau. Parameter yang diamati adalah jumlah spermatogenium, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatozoa, total se-sel kelamin, diameter, luas dan volume lumen folikel gonad kerang hijau, pada tingkat IV spermatogenesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa gonad kerang hijau yang berasal dari Teluk Jakarta telah terakumulasi logam berat Pb = 359.75±272.41 ppb; Cd = 36.559±21.90 ppb; Cr = 504.21±448.64 ppb dan Hg = 0.0092± 0.0085 ppb. Logam Cd (13.13 ppb) dan Pb (0.077 ppm) ditemukan dalam gonad kerang hijau yang berasal dari Teluk Banten, tetapi tidak terdeteksi logam Cr dan Hg. Namun tidak ditemukan logam berat tersebut dalam gonad kerang hijau berasal dari Teluk Lada. Di Teluk Jakarta ditemukan korelasi antara kandungan logam Cd terhadap perkembangan jumlah sel spermatozoa (r = 0.64), total sel kelamin (r = 0.60, diameter (r = 0.57), luas (r = 0.71) and volume (r = 0.71) lumen folikel gonad. Logam Hg berpengaruh terhadap perkembangan spermatogenium (r = 0.68) dan spermatosit sekunder (r = 0.61), sedangkan logam Cr mempunyai pengaruh terhadap luas (r = 0.75) dan volume (r = 0.75) lumen folikel gonad.

Kata kunci: akumulasi, logam berat, spermatogenesis dan kerang hijau.

Teks Lengkap:

PDF (English)