PENGARUH PERCAMPURAN BERBAGAI KOLOM AIR TERHADAP KADAR DO (Dissolved Oxygen) DI KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI WADUK SAGULING, KABUPATEN BANDUNG

Enan M . Adiwilaga

Sari


Waduk Saguling dimanfaatkan untuk KJA dengan pola intensif yang menyebabkan terjadinya penumpukan limbah bahan organik sisa metabolisme dan sisa pakan. Proses dekomposisi limbah tersebut berpotensi meningkatkan laju pemanfaatan oksigen hingga melebihi laju produksinya. Dengan demikian, keseimbangan kandungan oksigen terlarut (DO) perairan tidak stabil serta dapat menimbulkan gas-gas beracun, seperti H2S, CO2, dan CH4. Apabila suatu saat terjadi pembalikan massa air ke permukaan maka akan membahayakan kehidupan organisme perairan bahkan dapat mengakibatkan kematian massal ikan yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh percampuran air pada berbagai kedalaman kolom air terhadap beberapa parameter kimia (DO, NH3, H2S, dan pH) dan fisika (suhu) pada lokasi KJA Waduk Saguling. Pada penelitian ini terdapat tiga perlakuan, yaitu perlakuan 1 percampuran antara kedalaman 1 m dan 3 m, pada perlakuan 2 percampuran antara 1 m, 3 m, dan 7 m, sedangkan pada perlakuan 3 percampuran air antara kedalaman 1 m, 3 m, 7 m, dan 11 m. Berdasarkan nilai distribusi vertikal oksigen terlarut, Waduk Saguling, khususnya di titik pengamatan, menggambarkan tipe perairan heterograde positif. Dari ketiga parameter DO, amonia bebas, dan H2S, dapat disimpulkan bahwa perlakuan 3 (holomictic) dapat berakibat buruk pada ikan yang dibudidayakan karena memiliki konsentrasi oksigen yang rendah, amonia bebas yang mendekati ambang batas serta H2S yang melebihi ambang batas. Dari distribusi suhu secara vertikal dapat diketahui bahwa tidak terdapat lapisan termoklin sehingga daerah keramba jaring apung Bongas mempunyai potensi yang tinggi untuk terjadi umbalan.

Kata kunci: oksigen terlarut (DO), pencampuran air (mixing), Waduk Saguling


Teks Lengkap:

PDF (English)