Arsitektur Strategik Perusahaan Jasa Hospitality (Studi Kasus PT Angkasa Pura Hotel)

Faturohman Faturohman, Amzul Rifin, Setiadi Djohar

Abstract


Rapidly changing business environment has caused the company’s competitive advantages to be temporary. This research aimed to identify the current core competences of PT Angkasa Pura Hotel, to develop industry foresight based on core competences, and to formulate strategic architecture towards the future industry. This research used a qualitative descriptive method. The results of this research showed that the existing core competences of this company are reservation system and customer service, and the company’s industry foresight is airport hospitality by acquiring new core competences; such as hospitality management, customer relationship management, hotel interior design, and food menu planning. The new core competences of the company are acquired by conducting strategic alliance and building a hospitality training center. The company’s strategic architecture is arranged for the next 10 years and divided into 3 strategic steps; i.e. strengthening competencies, growing products, and excelling in performance. This research concluded that to lead foresight industry, the company must conduct business transformation by acquiring new competences.

Keywords: disruption innovation, foresight indystry, hospitality industry, core competence, strategic architecture

Abstrak: Perubahan dunia bisnis yang cepat seperti saat ini mengakibatkan keunggulan daya saing (competitive advantage) perusahaan hanya bersifat sementara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kompetensi inti perusahaan saat ini dan kompetensi inti yang harus dikuasai dalam industri masa depan serta menyusun strategi untuk menuju industri masa depan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi inti perusahaan saat ini adalah sistem layanan reservasi dan layanan konsumen, industri masa depan perusahaan adalah industri hospitaliti bandara dengan penguasaan kompetensi yang terkait dengan hospitality terdiri atas manajemen hospitaliti, manajemen layanan konsumen, desain interior hotel dan lounge dan desain menu makanan. Strategi penguasaan kompetensi inti melalui strategi aliansi dan mendirikan pusat pelatihan hospitality. Rancangan arsitektur strategik perusahaan disusun untuk jangka waktu 10 tahun yang dibagi dalam tiga tahapan strategi yaitu tahap penguatan kompetensi (strengthening), pertumbuhan usaha (growing) dan peningkatan kinerja (excelling). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mampu memimpin di industri masa depan, perusahaan harus melakukan transformasi usaha dengan menguasai kompetensi baru.

Kata kunci: disrupsi inovasi, industri masa depan, industri hospitality, kompetensi inti, arsitektur strategik


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.17358/jabm.5.2.319

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


__________________________________________________________

Editorial Office

Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM)

School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Jl. Raya Pajajaran Bogor 16151
Telp. 0251-8313813, Fax. 0251-8318515
Email: jabm.ipb@gmail.com ; jabm@sb.ipb.ac.id

Visitor