Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Jatimalang, Kabupaten Pacitan melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

  • Heri Wijayanto Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Didik Riyanto Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Bambang Triyono Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Hakas Putri Wikan Estu Universitas Airlangga

Abstract

The farmer group of Lestari II, Jatimalang Village, Arjosari Subdistrict, Pacitan Regency has potential in the production of organic fertilizer because it is supported by agricultural residues (straw, corn stalks, soybean stalks, etc.), and livestock waste (animal waste) overflow. Utilization of agricultural and livestock waste is still not optimal. Processing of agricultural and livestock waste into compost carried out by most farmers in Jatimalang Village has not used the fermentation process, so the results and quality are not optimal. The purpose of this farmer group empowerment activity is to provide knowledge about the process of making organic fertilizers from providing raw materials, making bio-activators, and packaging the results of products. The method used is structured training and direct practice of making organic fertilizer. The results obtained from this empowerment activity are that farmer groups are able to make organic fertilizers independently with good quality products, but the stirring process is still not evenly distributed so the granules of organic fertilizer are not the same size.

Author Biographies

Heri Wijayanto, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Didik Riyanto, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Bambang Triyono, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Hakas Putri Wikan Estu, Universitas Airlangga
Sekolah Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga

References

Asngad A. 2013. Inovasi Pupuk Organik Kotoran Ayam Dan Eceng Gondok Dikombinasi dengan Bioteknologi Mikoriza Bentuk Granul. Jurnal MIPA. 36(1): 1–7.

Darwis V, Rachman B. 2013. Potensi pengembangan pupuk organik In-Situ mendukung percepatan penerapan pertanian organik”. Forum penelitian Agro Ekonomi. 31(1): 51–65. https://doi.org/10.21082/ fae.v31n1.2013.51-65

Hartatik W, Husnain, Widowati LR. 2015. Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan. 9(2): 107–120.

Hasman E, Naswir, Irwan. 2015. Rancang Bangun Mesin Pembuat Pupuk Organik Granular Tipe Screw. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. 19(2): 25–28.

Lestari AP. 2009. Pengembangan pertanian berkelanjutan melalui substitusi pupuk Anorganik dengan pupuk organik. Jurnal Agronomi. 13(1): 38–47.

Minardi, Hartati S, Pardono, 2014. Imbangan Pupuk Organik dan Anorganik Pengaruhnya Terhadap Hara Pembatas dan Kesuburan Tanah Lahan Sawah Bekas Galian C pada Hasil Jagung (Zea mays L). Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi. 11 (2): 122–129.

Puspadewi S, Sutari W, Kusumiyati. 2016. Pengaruh konsentrasi pupuk organik cair (PO) dan dosis pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung Manis (Zea Mays L.Var Rugosa Bonaf) Kultivar Telenta. Jurnal Kultivasi. 15(3): 208–216. https://doi.org/10.24198/kltv.v15i3.11764

Roidah IS. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO. 1(1): 30–43.

Wijayanto H, Riyanto D, Triono B. 2018. Desiminasi Produk Teknologi Mesin Pengolah Pupuk Organik Desa Jati Malang Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Wikrama Parahita Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2(1): 1–5. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v2i1. 526

Yuniwati M, Iskarima F, Padulemba A. 2012. Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan cara Fermentasi Menggunakan EM4. Jurnal Teknologi. 5(2): 172–181.

Published
2019-06-28