Berbagai siput sebagai inang antara cacing trematoda Echinostoma revalutum di Bogor, Jawa Barat: 1. Lymnaea rubiginosa

Lili Zalizar, Simon He, Supan Kusumamihardja, Arie Budiman

Abstract


Infeksi mirasidia Echinostoma revolutum pada siput Lymnaea rubiginosa yang dipelihara di Laboratorium menghasilkan larva iinfektif metaserkaria. Demikian juga dari  siput Lymnaea rubiginosa yang diambil dari sawah di desa Sindang Barang Bogor diperoleh larva infektif metaserkaria. Kecocokan siput Lymanea rubiginos sebagai inang antara Echinostoma revolutum berturut-turut mencapai 83.33% pada kondisi laboratorium dan 50.78% pada kondisi alamiah.

Metaserkaria asal infeksi laboratorium maupun alamiah yang dikumpulkan dari siput Lymanaea rubiginosa dan diinfeksikan pada ayam, menghasilkan cacing dewasa Echinostoma revolutum. Rataan infektivitas metaserkaria tersebut pada ayam mencapai 35.80% dengan metaserkaria hasil infeksi laboratorium dan 19% dengan metaserkaria infeksi alamiah.


Full Text:

PDF