Viabilitas Benih Melon (Cucumis Melo L.) pada Kondisi Optimum dan Sub-Optimum Setelah Diberi Perlakuan Invigorasi

  • . Novita IPB
  • Faiza C Suwarno

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan invigorasi  dengan menggunakan GA3 dan air kelapa pada benih melon yang  memiliki viabilitas rendah dan tinggi di kondisi optimum dan sub-optimum (kekeringan). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dari bulan Februari hingga Desember 2012. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yaitu percobaan invigorasi pada kondisi optimum dan percobaan invigorasi pada kondisi sub-optimum. Setiap percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang pertama yaitu tingkat viabilitas, daya berkecambah rendah (60%-75%) dan daya berkecambah tinggi (80%-95%). Faktor yang kedua adalah perlakuan invigorasi (kontrol, air kelapa, GA3 80 ppm, GA3 100 ppm, kombinasi air kelapa dan GA3 80 ppm dan kombinasi air kelapa dan GA3 100 ppm). Variabel yang diamati adalah indeks vigor, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum dan berat kering kecambah normal. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa pada kondisi optimum semua perlakuan invigorasi dapat meningkatkan indeks vigor  dari 16.67% menjadi 30.67%-48% kecuali perlakuan GA3 100 ppm. Perlakuan dengan GA3 80 ppm dan GA3 100 ppm mampu meningkatkan daya berkecambah benih melon  tingkat viabilitas rendah dari 72% menjadi 85.33% dan 88%. Pada kondisi sub-optimum semua perlakuan invigorasi tidak mampu meningkatkan viabilitas benih melon.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2014-02-13