Revitalisasi konservasi tumbuhan obat keluarga (toga) guna meningkatkan kesehatan dan ekonomi keluarga mandiri di desa Contoh Lingkar Kampus IPB Darmaga Bogor

Agus Hikmat, Ervizal A.M. Zuhud, . Siswoyo, Edhi Sandra, Rita Kartika Sari

Abstract


Medicinal plants and traditional medicine for along ago are important role in the health care, stamina maintain, and treat diseases. Therefore medicinal plants and traditional medicines have strong root in the part of community up to now. Research on revitalization of family medicinal plant (TOGA) conservation done at Kampong Pabuaran (Cibanteng village), and Kampong Gunung leutik ( Benteng village), results indicated that research locations have completely medicinal plants diversity for medicine all diseases of village communities mentioned. Number of medicinal plants found at Gunung Leutik and Pabuaran Sawah Kampong (Cibanteng and Benteng Villages) were 237 spesies, and 95 spesies often used by respondents mentioned villages. Species number of medicinal plants have potential to expand based on use value of these species treat main diseases of community villages Gunung Leutik and Pabuaran Sawah Villages (Benteng and Cibanteng) were 15 spesies, such as: sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F) Ness.), meniran (Phyl/anthus niruri L.), takokak (Solanum torvum L.), pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.), temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), jahe (Zingiber officinale-purpurea Rose.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm & Panz) Swingle), binahong (Anredera cordifolia), mahkota dewa (Phaleria macrocarpus (Sheff). Boerl.), rosella (Hibiscus sabdariffa), pule pandak (Rauvolfia serpentine (L.) Benth. ex. Kurz.), sangitan (Sambucus javanica Reinw.), sirih (Piper betle L.), brotowali ( Tinospora crispa), and kenikir (Cosmos caudatus).


Keywords


Medicinal plant; revitalization; conservation; biodiversity; kampong

Full Text:

PDF

References


Dalimartha, S. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia jilid 1. Trubus Agriwidya: Jakarta.

Dalimartha, S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Trubus Agriwidya: Jakarta.

Dalimartha, S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. Puspa Swara: Jakarta.

Dalimartha, S. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Pustaka Bunda: Jakarta.

Dalimartha, S. 2009. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Pustaka Bunda: Jakarta.

Hariana, H. Arief. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 1. Penebar swadaya: Jakarta.

Hariana, H. 2008. Arief. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Penebar swadaya: Jakarta.

Hariana, H. 2009. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3. Penebar swadaya: Jakarta.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna indonesia Jilid I-IV (terjemahan). Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Kalangie, N.S. 1994. Pendekatan Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Pendekatan Sosiobudaya. PT. Kesaint Blanc Indah Corp. Jakarta.

Keraf, A.S. 2002. Etika Lingkungan. Kompas: Jakarta.

Kintoko. 2006. Prosfek Pengembangan Tanaman Obat. Prosiding Persidangan Antarabangsa Pembangunan Aceh. UKM Bangi: Aceh.

Kusumaatmadja, S. 1995. Sumbangan Kearifan Tradisional Terhadap Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup: Sebuah Pengantar. Jurnal: Kebudayaan Kearifan Tradisional dan Pelestarian Lingkungan. Centre for Strategic and Internationl Studies: Jakarta.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. 2007. Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara No 7 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Pujiasmoro. 2009. Stategi Pengembangan Budidaya Tumbuhan Obat dalam Menujang Pertanian Berkelanjutan. Disampaikan pada Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret. http://pustaka.uns.ac.id.

Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB. 2006. Laporan Akhir Analisis Pangsa Pasar Domestik dan Ekspor Obat Asli Indonesia . IPB: Bogor.

Pusat Studi Biofarmaka IPB. 2006. Pasar Domestik dan Ekspor Produk Tanaman Obat(Biofarmaka). http://seafast.ipb.ac.id/seafast.info/informasigratis/ PASAR DOMESTIK DAN EKSPOR PRODUK TANAMAN OBAT.pdf.

Rahayu et al., 2006. Pemanfaatan Tumbuhan Obat secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Jurna: Biodiversitas Volume 7 hal 245-250.

Rostiana, O., A. Abdullah dan P. Wahid. 1992. Penelitian Plasma Nutfah Tumbuhan Obat. Prosiding Forum Komunikasi Ilmiah Hasil Penelitaian Plasma Nutfah dan Budidaya Tumbuhan Obat. Balitbang Pertanian. Bogor.

Siswanto. 2000. Opsi Kebijakan Medikalisasi Pengobatan Tradisional vs Pemberdayaan Pengobatan Tradisional. Prosiding Makalah Bebas Poster. Simposium Penelitian Bahan Obat Alam. Kongres Nasional Obat Tradisional Indonesia. Surabaya.

Suciati, R. 2004. Perencanaan Program Konservasi Tumbuhan Obat di Taman Hutan Kampus Leuwikopo Kampus IPB Darmaga. Skripsi. Konservasi Sumberdaya Hutan IPB: Bogor.

Suyono, I.M. 1991. Studi Interaksi Masyarakat Desa Sekitar dengan Tumbuhan Obat di Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Institut Pertanian Bogor. Tidak diterbitkan.

Tukiman. 2004. Pemanfaatan TumbuhanObat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan Keluarga. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. http://library.usu.ac.id.

Zein, U. 2006. Pemanfaatan tumbuhan obat dalam upaya pemeliharaan kesehatan. Divisi penyakit trofika dan infeksi bagian ilmu penyakit dalam fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara. http://library.usu.ac.id.

Zuhud, E.A.M. dan Haryanto. 1994. Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Kerjasama Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan IPB dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN). Bogor.

Zuhud, E.A.M. dan Siswoyo.2001. Rencana Strategis Konservasi Tumbuhan Obat Indonesia. Kerjasama Proyek Pengelolaan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan BAPEDAL dan Fahutan IPB. Bogor.

Zuhud, E.A.M. 2007. Sikap Masyarakat dan Konservasi: Suatu Analisis Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr.) sebagai Stimulus Tumbuhan Obat bagi Masyarakat, Kasus di Taman Nasional Meru Betiri. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Disertasi. Tidak dipublikasikan.




View JIPI Stats

 

   Creative Commons License

This journal is published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Editorial Office: Institute for Research and Community Services (LPPM), Andi Hakim Nasoetion Building, 5th Floor, Jl. Raya Darmaga, IPB Darmaga Campus, Bogor, West Java, Indonesia 16680, Telp/Fax: +62251-8622323, email: jipi-lppm@apps.ipb.ac.id; jipi-lppm@ipb.ac.id