Potensi Unggulan Komoditas Pertanian pada Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat

Meky Sagrim, Agus Irianto Sumule, Deny Anjelus Iyai, Michael Baransano

Abstract


New autonomy status of Arfak Mountains Regency has numbers of strategic potencies for being developed. The one is agriculture sector. The objective of this research was to investigate featured potency and its distribution of agricultural products in Arfak Mountains Regency. A field research was done in the year 2015 between November-December. Sampled respondents using questionnaire were interviewed. The finding of this research was that agriculture sector contributed to gross domestic regional was 72.6%. The value of Location of Quotient for horticulture sector contributed by field paddy in Minyambouw District was 2.76 similar to crop production in Sururey, Anggi, Taige, Catubouw, Testega, Donohue, Anggigida, and Hingk Districts. Mays commodity is grown in Member and Minyambouw. Districts having a majority of Location Quotient more than that >1.00 were in Minyambouw, Hingk, and Anggigida with 5 commodities. The higher Location Quotient value was presented in horticulture plants, i.e. 5.87. The Potency of households and labor resources was in the district of Minyambouw and Hingk District In general, Pegaf Regency has agriculture potency of crops, i.e. field paddy, mays, and crops.

 


Keywords


featured potency; highland; location quotient; Arfak Mountains

Full Text:

PDF

References


Agustina F, Zahri I, Yezid M, Yunita. 2017. Strategi pengembangan Good Agriculture Practices (GAP) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 22(2): 133-139. http://doi.org/cfz5

Baransano MA, Putri EIK, Achzani NA, Kolopaking L. 2016. Peranan Sektor Unggulan Sebagai Salah Satu Faktor dalam mengurangi Ketimpanan Pembangunan Wilayah di Provinsi Papua Barat. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 27(2): 119-136. http://doi.org/cfz7

Budiarti T, Suwarto, Muflikhati I. 2013. Pengemba-ngan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usaha tani Terpadu guna Meningkatkan Kesejah-teraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 18(3): 200-207.

Deda A, Warami H, Syufi Y, Saragih CF, Ayorbaba M. 2009. Studi Antropologi di Distrik Minyambouw dan Manokwari Utara Kabupaten Manokwari. [Report]. Tidak Dipublikasikan. Manokwari (ID): Universitas Negeri Papua.

Erawati NK, Yasa INM. 2012. Analisis pola per-tumbuhan ekonomi dan sektor potensial Kabupaten Klungkung. Electronic Jurnal Ekonomi dan Bisnis.1(1): 1-21.

Feriatin. 2017. Keanekaragaman Tanaman Pekara-ngan dan Pemanfaatannya untuk mendukung Ketahanan Pangan Kecamatan Wakorumba Selatan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 22(2): 99-107. http://doi.org/cfz8

Hati IP, Sardjito. 2014. Arahan Pengembangan Komoditas Unggulan di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Jurnal Teknik Pomits. 3(2): C230-C234.

Hendarto RM. 2000. Analisis potensi daerah dalam pembangunan ekonomi. Makalah Diklat. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

Hermawan W, Santoso R, Muhandri T, Sunarti TC. 2012. Inovasi Teknologi untuk Pengembangan Jagung dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 17(3): 172-179.

Hubeis M, Najib M, Widyastuti H, Wijaya NH. 2013. Strategi produksi Pangan Organik Bernilai Tambah Tinggi yang Berbasis Petani. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 18(3): 194-199.

Karatorop M, Widiatmaka, Suwardi. 2016. Arahan Pengembangan komoditas Tanaman Pangan di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 6(2): 141-150.

Meidodga P. 2015. Sistem pemeliharaan ternak sapi (Bos sondaicus) di dataran tinggi Distrik Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak. [Skripsi]. Manokwari (ID): Universitas Papua.

Mulyadi. 2012. Budaya pertanian Papua; Perubahan Sosial dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Arfak. Yogyakarta (ID): PT Karta Media.

Purwanti EY, Atmanti HD. 2008. Analisis sektor dan produk unggulan Kabupaten Tegal. Media ekonomi dan manajemen. 18(2): 165-177.

Rahayu RE, Kartika L. 2015. Analisis Kelembagaan dan Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Kentang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 20(2): 150-157.

Sagrim M, Kambuaya O, Baransano M, Bajari M, Sinon ILS, Krisnawati, Iyai DA, Husein R. 2015. Studi Identifikasi dan Inventarisasi Permasalahan dan Kebutuhan Pembangunan Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak. [Report]. Tidak Dipublikasikan. Manokwari (ID): Pemda Kabupaten Pegunungan Arfak dan Universitas Papua.

Silvia H, Syamsun M, Kartika L. 2015. Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 20(2): 164-170. http://doi.org/cfz9

Susanto A, Sirappa MP. 2005. Prospek dan strategi pengembangan jagung untuk mendukung ketaha-nan pangan di Maluku. Jurnal Litbang Pertanian. 24 (2): 70-79.

Susanto A, Woyanti M. 2008. Analisis sektor potensial dan pengembangan wilayah guna mendorong pembangunan di kabupaten Rembang. Jurnal Media Ekonomi dan Manajemen. 8(2): 70-79.

Wambrauw L, Sonbait LY, Syaranamual S, Ungirawalu A, Runtuboi YY. 2015. Profil pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan di kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2015. [Report]. Tidak Dipublkasikan. Manokwari (ID): Pemda Kabupaten Pegunungan Arfak dan Universitas Papua.

Wicaksono IA. 2011. Analisis Location Quotient Sektor dan sub sektor pertanian pada kecamatan di Kabupaten Purworejo. Mediagro. 7(2):11-18.

Yantewo AR. 2015. Efisiensi tata niaga sapi potong di Kabupaten Pegunungan Arfak. [Skripsi]. Tidak Dipublikasikan. Manokwari (ID): Universitas Papua.




DOI: http://dx.doi.org/10.18343/jipi.22.3.141

Creative Commons License
This journal is published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

View My Stats